Butuh Bantuan Kesehatan? Call 119

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meluncurkan program Layad Rawat di Kota Cirebon, pada Rabu (14/11/2018) nanti. Bersamaan dengan itu, sekaligus akan meresmikan pusat call center sebagai tempat m

Butuh Bantuan Kesehatan? Call 119
INILAH, Bandung-Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meluncurkan program Layad Rawat di Kota Cirebon, pada Rabu (14/11/2018) nanti. Bersamaan dengan itu, sekaligus akan meresmikan pusat call center sebagai tempat masyarakat meminta bantuan kesehatan.
 
Kepala Dinas kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat Dodo Suhendar menyampakan pada peluncuran nanti akan mengundang para bupati dan kepala dinas, agar program tersebut dijadikan role model.
 
"Namanya PSC (Public Safety Center) dengan kodenya 119. Ini sudah me-nasional," ujar Dodo di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (12/11/2018).
 
Hal tersebut, sambung dia, dijadikan momentum untuk mengingatkan kembali, bahwa Dinkes Jabar dan pihak rumah sakit siap memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Lanjut Dodo, di tahun 2019 pihaknya sudah menyiapkan beberapa kabupaten/kota yang akan menerapkan program ini.
 
Jadi, kata dia, di mana saja dan kapan saja masyarakat bisa mengakses sarana kesehatan. Nantinya akan dilakukan pengecekan, apakah pasien akan ditangani secara langsung atau harus dirujuk.
 
"Ini ada dua, yang satu sifatnya kegawatdaruratan dan satu lagi karena tidak mampu, ya kita rawat, mungkin bisa di rumah," katanya.
 
Untuk Kota Cirebon, pihaknya akan memulai dengan unit yang sudah ada. Menurutnya, di tahun 2019 nanti akan ada bantuan-bantuan fasilitas untuk program ini. Termasuk enam sampai tujuh kabupaten/kota yang disiapkan. Dengan harapan, lima tahun ke depan program ini sudah diterapkan di setiap daerah di Jabar.
 
Disinggung soal anggaran, dia sampaikan, program tersebut bersifat kerjasama. Pihaknya lebih ke arah memberikan bantuan kendaraan operasional seperti ambulance.
 

"Tapi ambulance bukan yang biasa karena di situ sudah ada alat-alat kesehatan termasuk kedaruratannya. Kemudian untuk pelatihan-pelatihan dan operasional nya. Selanjutnya nanti pembangunan untuk call centernya dari kabupaten/kota," pungkasnya.


Editor : inilahkoran