Buya Yahya Ungkap Waktu Terbaik Sholat Dhuha, Ternyata Bukan Saat Matahari Baru Terbit
Buya Yahya ungkap waktu terbaik untuk melaksanakan sholat dhuha.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Salat Dhuha dikenal sebagai salah satu ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan, dan biasanya dikerjakan setelah matahari terbit hingga sebelum waktu Zuhur. Namun, menurut ulama karismatik Buya Yahya, ada waktu tertentu yang lebih utama untuk melaksanakannya.
Dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah TV pada Kamis, 12 Juni 2025, Buya Yahya menjelaskan bahwa waktu paling afdhal untuk melaksanakan salat Dhuha adalah ketika panas matahari mulai terasa, atau sekitar seperempat bagian dari waktu siang hari.
"Kalau kita bagi waktu antara jam 06.00 hingga 12.00 WIB, maka yang paling utama itu adalah tiga jam setelah matahari terbit. Sekitar jam 9 pagi, itu saat yang paling baik untuk sholat Dhuha," ujar Buya Yahya.
Penjelasan ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Zaid bin Arqam RA. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa salat Dhuha yang paling utama adalah ketika panas bumi mulai terasa hingga kaki anak-anak unta pun merasa kepanasan.
"Anak unta biasanya dijemur, dan ketika mereka mulai merasa panas karena matahari, itulah saat terbaik untuk melakukan sholat Dhuha. Dalam ukuran waktu, itu kira-kira tiga jam setelah matahari terbit," terang Buya Yahya.
Niat Sholat Dhuha
Sebelum melaksanakan salat Dhuha, disunnahkan untuk membaca niat di dalam hati. Berikut bacaan niat salat Dhuha:
"Ushalli sunnatal dhuha rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ."
Artinya: "Aku niat salat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Salat Dhuha bisa dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat, dilakukan dua rakaat salam.
Dengan mengetahui waktu yang paling utama ini, diharapkan umat Islam bisa memaksimalkan pahala dari ibadah salat Dhuha, sekaligus meneladani sunnah Rasulullah SAW dengan lebih tepat
Editor : Firda Rachmawati
