Calo Merajalela, Warga Karawang Diminta Waspada TPPO

Calo Merajalela, Warga Karawang Diminta Waspada TPPO
WASPADA: Bupati Karawang Aep Syaepuloh minta kepada warganya agar hati-hati dengan para oknum calo agar terhindar dari TPPO.

INILAH, Karawang- Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengimbau warga waspada para oknum calo tenaga kerja ke luar negeri.

Imbauan tersebut menyusul maraknya warga Karawang yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di luar negeri lantaran tergiur ‘rayuan’ para calo.

Aep menegaskan, untuk menghindari TPPO warga harus memastikan berangkat ke luar negeri sesuai dengan aturan.

Menurut Aep kasus TPPO telah menjadi bisnis oknum tenaga kerja yang masih berjalan di Karawang dalam beberapa kejadian TPPO menjadi dasar seringnya tenaga kerja Karawang di luar negeri merupakan korban.

“Kalau sudah seperti akhirnya pemerintah daerah turun tangan membereskan dan menyelamatkan tenaga kerja di luar negeri. Mereka kita pulangkan meski dokumen yang dimiliki bermasalah di negara lain,” kata Aep, Kamis (20/8).

Menurut Aep tenaga kerja asal Karawang di luar negeri cukup banyak. Namun kebanyak dari mereka banyak bekerja di sektor informal seperti ART, sopir dan pengurus ternak.

Dari status mereka yang informal ini jadi celah bagi oknum calo tenaga kerja mencari uang.

“Keberangkatan mereka keluar ini ada yang melalui prosedur namun banyak juga di luar prosedur. Kalau sudah seperti ini kita pemerintah yang harus membereskan hingga mereka pulang ke kampung halamannya,” katanya.

Menurut Aep pemerintah Kabupaten Kabupaten (Pemkab) Karawang saat ini gencar melakukan sosialisasi dan pencegahan TPPO. Bahkan pemerintah membeberkan ciri-ciri oknum calo tenaga kerja saat membujuk tenaga kerja untuk berangkat ke luar negeri.

“Kita ingin masyarakat di desa tahu jika berhadapan dengan calo tenaga kerja. Ini agar bisa terhindar dari kasus TPPO,” katanya.

Saking serius memberantas TPPO Bupati Aep malah melibatkan banyak pihak melakukan sosialisasi pencegahan.

Dia melibatkan semua pihak di pedesaan untuk ikut membantu melakukan sosialisasi. “Kita tidak bisa sendirian melakukan sosialisasi,” tegasnya.

Aep mengatakan setiap warga di pedesaan harus mengenali bujuk rayu calo tenaga kerja ke luar negeri seperti menjanjikan kemudahan berangkat ke luar negeri tanpa pelatihan, uang yang diterima cukup besar, tujuannya ke negara timur tengah dan paspor diterbitkan bukan dari Karawang.

Menurut Aep berdasarkan laporan pada tahun 2026 ini ada 9 kasus TPPO yang sedang dibereskan oleh Pemkab Karawang. Bukan hanya di luar negeri, kasus TPPO juga terjadi mereka yang bekerja di dalam negeri atau di luar Kabupaten Karawanh.

“TPPO terjadi didalam dan juga luar negeri. Sekarang sedang di selesaikan oleh Pemkab Karawang,” katanya.

(nila kusuma)


Editor : Inilahkoran