Capai 25 Kubik, Sampah Event Pocari Run Tak Ada Yang Dibuang ke TPA
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat, total volume sampah yang dihasilkan selama gelaran Pocari Sweat Run 2025 mencapai 25 meter kubik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mencatat, total volume sampah yang dihasilkan selama gelaran pocari sweat run 2025 mencapai 25 meter kubik.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, sampah tersebut mayoritas berasal dari area water station yang menjadi titik aktivitas tinggi para peserta.
"Yang terkumpul dari event saja itu 25 kubik, terutama dari water station. Banyak sampah botol, gelas plastik, dan kulit pisang," kata Darto pada Rabu 23 Juli 2025.
Ia mengklaim, penanganan sampah dalam event kali ini berlangsung optimal. Usai pelari terakhir menyelesaikan rute, tim sweeper langsung bergerak menyisir dan mengumpulkan sisa sampah yang tertinggal.
"Sistem sweeper itu berjalan baik. Dan yang penting, tidak ada satu pun sampah dari event ini yang dibuang ke Sarimukti. Sampah plastik punya nilai jual, sementara kulit pisang dan lainnya bisa langsung diproses secara organik," ucapnya.
Menurut Darto, tidak ada lonjakan signifikan dibanding akhir pekan biasa. Pada hari pertama, tercatat 14 meter kubik sampah terkumpul dan 25 meter kubik pada hari kedua.
Pengelolaan sampah selama acara, dituturkan ia melibatkan kerja sama antara DLH dan tiga komunitas penggiat lingkungan. Pihaknya fokus menangani titik-titik di luar water station yang tidak dijangkau komunitas.
"Yang hari pertama itu ada 60 petugas penyapu, hari kedua 62 orang. Itu belum termasuk tim pengangkut. Kita kerahkan di tiga titik krusial," ujar dia.
Adapun tiga titik krusial yang dimaksud, meliputi kawasan Jembatan Supratman menuju Ahmad Yani hingga tikungan Ibrahim Adjie. Lalu sepanjang Jalan Banceuy hingga Viaduct, serta sekitar Jalan Pabrik Kina.
"Alhamdulillah semua titik bisa ditangani dengan baik. Sampah tidak menumpuk dan langsung diangkut," tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti

