Capaian Program TB di Cirebon Belum Penuhi Target

Pemerintahan Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Pertemuan Evaluasi Capaian Program Tuberkulosis (TB) Tahun 2025 sekaligus.  Evaluasi ini sekaligus penguatan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis.

Capaian Program TB di Cirebon Belum Penuhi Target
‎Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menyampaikan, capaian penanganan TB di Kabupaten Cirebon hingga minggu ke-40 tahun 2025 masih berada di bawah target nasional. Sedangkan target dari pemerintah pusat harusnya mencapai 69 persen. (maman suharman)

‎INILAHKORAN, Cirebon - Pemerintahan Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Pertemuan Evaluasi Capaian Program Tuberkulosis (TB) Tahun 2025 sekaligus.  Evaluasi ini sekaligus penguatan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis.

‎Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menyampaikan, capaian penanganan TB di Kabupaten Cirebon hingga minggu ke-40 tahun 2025 masih berada di bawah target nasional. Sedangkan target dari pemerintah pusat harusnya mencapai 69 persen.

"Kabupaten Cirebon baru mencapai target yaitu di 65 persen. Kalau angka harusnya  10.300 namun kita ada dikisaran angka 6.731,” ujar Agus, Selasa 7 Oktober 2025.

‎‎Menurut Agus, meskipun capaian sudah mendekati target, angka tersebut masih menunjukkan bahwa penanganan TB membutuhkan kerja keras yang lebih serius. Apalagi TB merupakan salah satu penyakit menular yang bisa mengancam kesehatan masyarakat luas bila tidak ditangani secara tuntas.

‎“Harapannya ke depan dengan adanya kasus ini kita pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk menangani supaya kasus TB yang ada di Kabupaten Cirebon ini bisa terselesaikan,” ucapnya

‎Agus mengaku, Pemkab Cirebon tidak bisa bekerja sendirian dalam menekan angka TB. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan, mulai dari kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan hingga kader posyandu, serta dukungan keluarga pasien.

‎“Untuk menyelesaikan TB ini kita tidak bisa sendiri. Pemerintah daerah  harus berkoordinasi dengan semua pihak tentunya, jelasnya.

Dia menambahkan, pengawasan TB sangat krusial. Ini karena ada keterkaitan dengan minum obatnya. Untuk itu diperlukan pengawasan yang tepat karena penanganan TB harus benar-benar maksimal.


Editor : Doni Ramdhani