Cara Penggemar Korea dan Internasional Hadapi Skandal Idola Mereka jadi Sorotan

Cara penggemar Korea dan internasional menghadapi skandal idola K-Pop jadi sorotan.

Cara Penggemar Korea dan Internasional Hadapi Skandal Idola Mereka jadi Sorotan
Cara penggemar hadapi skandal idola jadi sorotan.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini, Skandal yang melibatkan Suga BTS yang mengemudi sambil minum-minum telah menyebabkan perpecahan yang signifikan dalam komunitas Penggemar BTS.

Khususnya, perspektif tentang masalah ini sangat bervariasi antara Penggemar Korea Selatan dan Penggemar Internasional.

CedarBough T. Saeji, asisten profesor yang mengkhususkan diri dalam Studi Korea dan Asia Timur di Universitas Nasional Pusan, percaya bahwa perpecahan ini berasal dari persepsi yang berbeda tentang peran Idola.

"Meskipun 'Idola' hanyalah sebuah kata di banyak negara, di Korea, kata itu telah lama merujuk pada selebritas yang harus layak diidolakan, mereka diharapkan untuk tampil sempurna, bahkan di luar panggung," ungkap Saeji dalam sebuah wawancara.

"Pada saat yang sama, media sering menggunakan Idola dan cerita-cerita seputar mereka untuk menunjukkan kepada publik bagaimana mereka seharusnya atau tidak seharusnya berperilaku. Hal ini dapat dilihat melalui artikel-artikel kontroversial tentang berbagai topik," jelasnya.

Saeji menjelaskan bahwa ARMY Internasional (basis Penggemar BTS) lebih cenderung membela Suga BTS karena ekspektasi ketat Korea terhadap perilaku selebritas.

Kasus mendiang aktor Lee Sun Kyun menggambarkan standar tinggi ini hingga menyebabkan dia bunuh diri.

Lee Sun Kyun, aktor papan atas ternama di Korea dengan citra yang ramah, menghadapi Skandal narkoba pada Oktober 2023, yang menyebabkan sorotan media dan reaksi publik yang intens.

Meskipun mengaku tidak bersalah, publik Korea tetap tidak simpatik. Situasi memanas ketika, selama penyelidikan yang sedang berlangsung, Lee Sun Kyun secara tragis bunuh diri.

Dia ditemukan tewas di mobilnya pada Desember 2023, saat penyelidikan penggunaan narkoba masih berlangsung.

"Banyak ARMY yang merasa bahwa sebagai Penggemar, sudah menjadi kewajiban mereka untuk melindungi BTS, dan insiden seperti yang dialami Lee Sun Kyun membuat mereka cemas," kata Saeji. 

"Insiden ini membuat banyak ARMY Internasional khawatir bahwa sesuatu yang lebih buruk masih bisa terjadi terkait kasus ini."

Sementara itu, Grace Kao, seorang profesor sosiologi di Universitas Yale, menyampaikan pandangan serupa.

Dia berbicara tentang kekhawatiran Penggemar Amerika terkait Skandal selebriti.

"Saya pikir ARMY Amerika juga khawatir tentang dampak buruk yang mungkin ditimbulkan oleh tanggapan publik Korea terhadap kesehatan dan kesejahteraan Suga BTS," ujar Grace. 

"Penggemar Amerika sudah tidak asing lagi dengan sejarah bunuh diri selebritas setelah Skandal yang diburu oleh media dan Penggemar mereka," terang Grace.

“Terkait Suga, banyak ARMY Amerika yang percaya bahwa dia telah melakukan kesalahan dan telah meminta maaf," lanjutnya.

"Mereka merasa bahwa pelanggaran ini tidak terlalu berat karena tidak ada yang dirugikan,” tambahnya.

Kao juga menunjukkan bahwa basis Penggemar tidak terlalu terbagi dalam kasus kejahatan yang lebih serius, di mana kerugiannya lebih nyata.

Dia mencontohkan kasus Taeil, yang dikeluarkan dari grup K-Pop NCT oleh perusahaan manajemennya SM Entertainment pada 28 Agustus 2024, karena tuduhan pelecehan seksual.

Tuduhan-tuduhan ini adalah sesuatu yang bahkan tidak dapat diabaikan oleh Penggemar Internasional.

"Jika orang lain terluka, risikonya akan meningkat. Penggemar Amerika cenderung tidak memaafkan cerita yang melibatkan pelecehan atau kekerasan seksual," tambah Grace Kao.***


Editor : Irma Nurfajri