Catat! Hanya Dua Pasangan Ini yang Berpeluang Menang di Pilwalkot Cimahi
Survei teranyar Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat hanya dua kandidat yang berpeluang menang di Pilwalkot Cimahi 2024. Selisih elektabilitasnya pun dalam rentang margin of error.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi – Survei teranyar Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat hanya dua kandidat yang berpeluang menang di Pilwalkot Cimahi 2024. Selisih elektabilitasnya pun dalam rentang margin of error.
Jelang debat publik kedua, persaingan tiga pasangan calon pada Pilwalkot Cimahi 2024 kian ketat. Ambisi ketiga paslon untuk menduduki kursi orang nomor satu di Cimahi pun kian menggebu-gebu.
Tak hanya dari kegiatan kampanye Pilwalkot Cimahi 2024 yang kian masif, sejumlah lembaga suvei juga merilis hasil survei terbaru tiga paslon Wali Kota dan Wali Kota Cimahi.
Salah satunya seperti rilis hasil survei terbaru yang dikeluarkan Indonesia Political Opinion (IPO). Mereka melakukan survei melibatkan 600 responden.
Para responden dipilih melalui metode multistage random sampling berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) terkini tercatat tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error kurang lebih 4 persen.
Responden yang terlibat merupakan warga Kota Cimahi berusia minimum 17 tahun atau sudah menikah, serta memiliki KTP Kota Cimahi.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah mengatakan, dalam skenario pemilihan tanpa pasangan calon wali kota, Ngatiyana menempati posisi teratas dengan perolehan suara 39,5 persen, diikuti Dikdik Suratno Nugrahawan dengan tingkat keterpilihan 35,8 persen.
“Untuk nama-nama lainnya seperti Bilal Insan M. Priatna sebesar 7,7 persen dan Adhitia Yudhistira 2,8 persen, A Mulyana 1,0 persen dan Bagja Setiawan 0,7 persen," ujarnya.
“Sementara itu masih tersisa 12,5 persen responden yang belum menentukan pilihan,” sambungnya.
Kemudian, sambung Dedi, ketika dilakukan simulasi untuk pemilihan paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, pasangan Ngatiyana-Adhitia Yudhistira diproyeksikan meraih elektabilitas tertinggi sebesar 44,7 persen.
“Untuk pasangan Dikdik-Bagja dengan elektabilitas 39,0 persen dan Bilal-Mulyana hanya mencatatkan 9,8 persen,” ujarnya.
Artinya, selisih di antara pasangan ini hanya di kisaran 5,7 persen. Masih berada di rentang margin of error, apalagi mengingat masih ada yang belum menentukan pilihan.
“Sekitar 6,5 persen responden menyatakan tidak akan memberikan suara atau memilih untuk tidak sah," sambungnya.
Selanjutnya, berdasarkan dinamika dukungan kendati paslon Ngatiyana-Adhitia menunjukkan keunggulan.
Survei ini pun mencerminkan adanya persaingan ketat di mana sebanyal 21,3 persen masyarakat kemungkinan besar mengubah dukungan mereka, sementara 3,8 persen lainnya mengaku sangat mungkin untuk berpindah pilihan.
"Hal ini menunjukkan adanya potensi perubahan dukungan yang dapat mempengaruhi hasil akhir pemilihan," ucapnya.
Selanjutnya, berdasarkan penilaian kelayakan calon wali kota, Ngatiyana dinilai paling layak oleh responden dengan angka 71,7 persen, disusul Dikdik Suratno Nugrahawan dengan elektabilitas 63,0 persen dan Bilal Insan M. Priatna sebesar 37,8 persen.
"Sementara itu, untuk posisi calon eakil wali kota, Adhitia Yudhistira mendapat penilaian tertinggi dengan angka 61,3 persen, diikuti Bagja Setiawan dengan angka 52,3 persen dan A Mulyana dengam angka 39,3 persen," sebutnya.
Dijelaskan Dedi, hasil survei ini menunjukan pentingnya kandidat untuk memahami dan merespons kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Pilkada Cimahi 2024 bakal berlangsung dalam suasana yang kompetitif dan setiap calon perlu memanfaatkan waktu yang tersisa dalam kampanye dengan mendengarkan dan menjawab kebutuhan masyarakat.
"Kami (IPO) merekomendasikan agar para kandidat memanfaatkan sisa waktu kampanye untuk menarik perhatian pemilih yang belum mantap dalam menentukan pilihan mereka," katanya.
"Sehingga, Pilkada Cimahi 2024 dapat berlangsung dengan sehat, kompetitif, dan mencerminkan aspirasi masyarakat," pungkasnya.***
Editor : Zulfirman

