Putusan MK jadi Alasan PDIP Usung Bilal-Mulyana Maju di Pilwalkot Cimahi 2024
Munculnya bakal pasangan calon Bilal-Mulyana jelang akhir pendaftaran Pilwalkot Cimahi 2024 pada Kamis 29 Agustus 2024 cukup membuat kaget banyak pihak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Munculnya bakal pasangan calon Bilal-Mulyana jelang akhir pendaftaran Pilwalkot Cimahi 2024 pada Kamis 29 Agustus 2024 cukup membuat kaget banyak pihak.
Pasalnya, banyak pihak yang memprediksi pertarungan Pilwalkot Cimahi 2024 digadang-gadang hanya akan memunculkan dua pasangan calon yakni Dikdik-Bagja dan Ngatiyana-Adhitia. Tapi, Bilal-Mulayana memberikan warna baru.
Ketua DPC PDIP Kota Cimahi Agung Yudaswara mengatakan, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Putusan MK Nomor 70/PUU-XXII/2024 tentang ambang batas pencalonan kepala daerah memberi angin segar dan harapan baru.
Betapa tidak, Partai berlambang kepala banteng itu memiliki kesempatan untuk mengusung kadernya sendiri.
"Enggak ada yang tahu, tiba-tiba muncul putusan MK. Dinamika politik yang terjadi memberi harapan bagi kami," kata Agung kepada wartawan.
"PDIP dengan menjaga marwah memunculkan kader sendiri yaitu Bilal Insan Muhammad maju di Pilwalkot Cimahi 2024," sambungnya.
PDIP Kota Cimahi mengantar bakal calon wali kota-wakil wali kota Cimahi Bilal-Mulyana mendaftar ke KPU Kota Cimahi pada Kamis 29 Agustus 2024 kemarin.
Tak Hanya PDIP, bapaslon Bilal-Mulyana juga mendapat dukungan dari sejumlah partai politik nonparlemen, seperti Partai Buruh, Partai Hanura, Partai Gelora, Partai Bulan Bintang dan Partai Ummat.
"Awalnya PDIP belum memutuskan sikap mengingat ambang batas pengusungan di Pilkada Kota Cimahi. Karena tidak bisa usung sendiri, kami menyampaikan opsi ke DPP PDIP untuk berkoalisi," terang Agung.
"Setelah ada putusan MK, kami jadi bisa mengkaji lagi. Terlebih, Bilal kader murni dan ikut penjaringan bakal calon walikota sejak awal," sambungnya.
Agung menegaskan, PDIP pasti akan memperjuangkan para kadernya. Sebab, sejatinya parpol itu harus melakukan kaderisasi untuk memunculkan calon-calon pemimpin.
Dengan langkah politik tersebut, lanjut Agung, pihaknya tetap percaya diri di tengah dominasi koalisi parpol parlemen yang mengusung dua paslon lain di Kota Cimahi.
"Kami percaya diri karena pada akhirnya tergantung masyarakat yang memilih,' ucapnya.
Dengan bergabungnya partai nonparlemen, sebut Agung, jika dijumlah suaranya besar juga sekitar 29 ribu. Parpol pendukung memiliki harapan besar kepada pasangan Bilal-Mulyana bisa memperjuangkan aspirasi mereka.
"Oleh karena itu mereka sepakat untuk mendukung bapaslon Bilal-Mulyana," katanya.
Agung pun memastikan roda organisasi parpol bergerak untuk memenangkan pasangan Bilal-Mulyana di Pilkada Kota Cimahi 2024.
"Roda organisasi kepengurusan parpol dari tingkat kota sampai RT/RW harus bekerja semua. Untuk PDIP jelas militansinya, dari instruksi atas pasti sampai ke bawah solid," tegasnya.
Agung menyebut, pasangan yang dijuluki BISA ini saling melengkapi satu sama lain. Menurutnya, Bilal mendapat SK penugasan diberi kesempatan mencari wakil, memang banyak opsi tapi pilihan jatuh kepada Kang Mulyana.
"Bilal mewakili generasi muda yang bisa berkreasi dan berinovasi berpasangan dengan Kang Mulyana yang matang dan sarat pengalaman," ucapnya.
"Kami yakin dapat menjadi pilihan masyarakat untuk Kota Cimahi yang lebih maju," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

