Program Gerobak Sae Pisan Percepat Penanganan Kawasan Pemukiman Kumuh di Kota Bogor

Program Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Permukiman Indah, Sehat, Aman dan Nyaman (Gerobak Sae Pisan) resmi diluncurkan, Jumat 30 Agustus 2024. 

Program Gerobak Sae Pisan Percepat Penanganan Kawasan Pemukiman Kumuh di Kota Bogor
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari mengapresiasi konsep kolaborasi dalam Program Gerobak Sae Pisan. Menurutnya, cara ini menggambarkan keberhasilan pemerintah karena dapat menggerakkan keterlibatan banyak pihak. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Program Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Permukiman Indah, Sehat, Aman dan Nyaman (Gerobak Sae Pisan) resmi diluncurkan, Jumat 30 Agustus 2024. 

Program Gerobak Sae Pisan yang digagas Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor itu merupakan upaya percepatan penanganan permukiman kumuh di Kota Bogor yang dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak.

Kepala Disperumkim Kota Bogor Rr Juniarti Estiningsih mengatakan, Gerobak Sae Pisan ini telah diterapkan pertama kali di RW 2 Kampung Mantarena, Kelurahan Panaragan Kecamatan Bogor Tengah sebagai kawasan percontohan. 

"Kami bersama 18 OPD, BUMD, swasta, pengusaha melakukan perbaikan drainase, jalan septic tank, pemasangan aliran baru PDAM, sarana UMKM, memberikan sosialisasi, edukasi, hingga bantuan permodalan untuk menangani kawasan kumuh ini," ungkap Esti kepada wartawan.

Esti memaparkan, lewat upaya ini masyarakat juga diharapkan, bisa mandiri secara sosial dan ekonomi sehingga lebih berdaya dan bisa mempertahankan lingkungannya yang tak kumuh lagi.

"Kolaborasi dalam Program Gerobak Sae Pisan ini, dapat mempercepat penanganan kawasan kumuh kota yang ada di Kota Bogor yang berjumlah 103 titik. Penanganan yang awalnya bisa memakan waktu hingga 15 tahun bisa dipangkas dengan hanya 5-10 tahun saja," papar Esti.

Sementara itu, Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari mengapresiasi konsep kolaborasi dalam Program Gerobak Sae Pisan. Menurutnya, cara ini menggambarkan keberhasilan pemerintah karena dapat menggerakkan keterlibatan banyak pihak.

"Ini wujud nyata langkah strategis Pemkot Bogor bersama stakeholder mengatasi perumahan dan permukiman kumuh. Bukan hanya infrastruktur yang menjadi perhatian namun juga pemberdayaan ekonomi masyarakatnya juga," terang Hery.

Hery menjelaskan, Pemkot Bogor tengah berdiskusi untuk merencanakan wacana penerapan Program Gerobak Sae Pisan di 6 titik kawasan kumuh di 6 Kecamatan berbeda pada tahun 2025 mendatang.

"Perwalinya sudah ada nanti tinggal dibuat SK Wali Kota untuk menunjuk titik-titik mana yang menjadi sasaran Program Gerobak Sae Pisan berikutnya," jelasnya.

Untuk mendukung sarana UMKM yang dijalankan oleh warga setempat, Hery mengeluarkan surat edaran kepada para Kepala OPD untuk ikut serta menyambangi setiap destinasi kuliner yang menjadi wilayah sasaran penerapan program Gerobak Sae Pisan.


Editor : Doni Ramdhani