30 Hektar Kawasan Kumuh Kota Bogor Berkurang dengan Gerobak Sae Pisan

program Grobak Sae Pisan tidak hanya penataan kawasan kumuh saja, tapi ada intervensi bidang sosial, ekonomi, kemudian, jadi di situ sudah ada kegiatan tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

30 Hektar Kawasan Kumuh Kota Bogor Berkurang dengan Gerobak Sae Pisan

INILAHKORAN, Bogor - Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) kota bogor terus mengurangi luasan kawasan kumuh di wilayah dengan Program Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Permukiman Indah, Sehat, Aman dan Nyaman (gerobak sae pisan).

Hasilnya tahun 2025 kawasan kumuh Kota Bogor berkurang 30 hektar dan masih tersisa 210 hektar kawasan kumuh dengan berbagai kewenangan pemerintah kota, provinsi, dan pusat.

Diketahui, program Grobak Sae Pisan tidak hanya penataan kawasan kumuh saja, tapi ada intervensi bidang sosial, ekonomi, kemudian, jadi di situ sudah ada kegiatan tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

Kepala Disperumkim Kota Bogor, C husnul Rozaqi melalui, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ari Syarifudin menuturkan, kalau Gerobak Sai Pisan dapat membebaskan kawasan kumuh, strategi akselerasi peningkatan permukiman indah, aman, sehat, nyaman, tahun ini ada di tiga lokasi di Kelurahan Harjasari, Cibogor, dan Cibuluh.

"Untuk Harjasari sudah alhamdulillah sudah 100% selesai pekerjaan fisiknya, jalan maupun drainase. Saat ini, karena kami di Gerobak Sae Pisan itu tidak hanya fisiknya saja, ada sosial, ekonomi, kemudian, jadi di situ sudah ada kegiatan tentang UMKM, di Harjasari serba jamur yang diangkat nanti tematiknya jamur. Itu kita sudah kerja sama dengan Universitas Indraprasta," ungkap Ari kepada wartawan pada Minggu 02 November 2025.

Ari melanjutkan, kemudian kedua, sudah masuk pembangunan bank sampah kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Untuk lokasi Harjasari itu kompleks, tadinya kumuhnya 4 hektar lebih dan sekarang menjadi nol. 

"Insyaallah, karena kami juga sudah mengecek. Kalau kumuh kan tujuh indikator, pertama jalan, drainase dan persampahannya yang sudah dibantu DLH. Kemarin dapat Corporate Social Responsibility (CSR) juga dari Telkomsel gerobak sampah. Kemudian air bersih, air minum, air limbah juga ada beberapa yang sudah masuk dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)," tuturnya. 

"Untuk proteksi kebakaran juga sudah dilakukan sosialisasi. Sosialisasinya di seluruh lokasi Gerobak Sae Pisan, terkait dengan kesehatan lingkungan, itu sudah kita lakukan sosialisasi dan kerja sama dengan Dinkes. Jadi, sistemnya adalah kolaborasi, begitu, di Gerobak Sae Pisan lokasi-lokasinya," tambah Ari.

Ari memaparkan, untuk wilayah Cibogor pun demikian, sudah hampir 90% selesai. Di Cibogor itu, jalan-jalan lingkungannya sudah bersih, alhamdulillah sudah bagus. 

"Itu nanti kita masukkan ke kampung kumuh yang glowing. Jadi, di wilayah Cibogor tadinya ada wilayah kumuh, tapi sekarang jadi bagus, ditambah dengan masyarakatnya itu juga ikut menjaga kebersihannya di Cibogor. Kalau yang di Cibuluh ini, kami masih sekitar 80%, karena masih ada banyak kendala. Kalau di Cibuluh itu karena banyak banjir, jadinya kami juga harus kerja sama juga dengan PUPR. Total anggaran Rp5 miliar untuk tiga titik tahun 2025 ini," paparnya. 

Ari menerangkan, kemudian ada juga penataan di wilayah Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat yang kewenangannya dari provinsi Jawa Barat. Alhamdulillah, kami mendapatkan Rp9 miliar untuk pembangunan jalan, drainase, kemudian dapat motor sampah, kemudian dapat mandi cuci (MC), kemudian septic tank individu. 

"Kurang lebih sudah selesai yang di Pasir Jaya. Alhamdulillah, tapi belum ada serah terimanya. Selain itu juga ada RTLH sebanyak 50 unit di Pasir Jaya. Jadi, alhamdulillah Pasir Jaya 11 hektar tahun ini berkurang kawasa kumuh, bisa semua sudah terlaksana, jadi bebas kumuhnya jadi nol. Kawasan kumuh berkurang tahun ini sekitar 30 hektar. Masih tersisa 210 hektar yang harus diintervensi dengan berbagai kewenangan kota, provinsi, dan pusat," jelasnya. 

Ari menegaskan, targetnya berarti untuk menyelesaikan tadi yang sekitar 210 hektar itu di program tahun berikutnya, setiap tahun 20 hektar untuk yang kota. Untuk menjaga agar tidak kumuh kembali kawasan yang sudah diintervensi, ada timnya, namanya Tim Gerobak Sae Pisan. Jadi, setiap kelurahan itu membentuk tim. 

"Jadi, timnya itu nanti bertanggung jawab juga buat kami perawatan setiap tahunnya. Kalau misalnya kami kesana evaluasi, dari masyarakatnya juga ada follow back-nya. Saling menjaga bareng, begitu, di Gerobak Sai Pisan ada SK khusus dari kelurahan," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti