BGN Batasi Jumlah Penerima MBG, Dadan Hindayana: Maksimal 3.0000, Jika Miliki Hal ini
Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan pembatasan jumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap SPPG. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas layanan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Gizi Nasional (bgn) mengumumkan pembatasan jumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap SPPG. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas layanan.
"Maksimal 2.000 siswa, Ditambah penerima ibu hamil dan balita menjadi 2.500 orang. Bisa maksimal 3.000 penerima, jika memiliki juru masak bersertifikat," kata Kepala BGN, Dadan Hindayana di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Selain itu, ungkap Dadan, guna mendukung standar layanan, pihaknya memastikan insentif mitra sebesar Rp6 juta per hari bakal tetap dipertahankan.
"Kita jamin Rp6 juta per hari supaya investasinya bisa balik dalam waktu 16 bulan," ucapnya.
Kemudian, setelah dua tahun pihaknya bakal melakukan penyesuaian. Tahun depan, pihaknya bakal melakukan sertifikasi akreditasi, sehingga insentifnya bisa menyesuaikan dengan kualitas bangunan yang ada.
"Keberadaan MBG telah menciptakan dampak ekonomi besar bagi masyarakat. Tahun 2025, BGN telah merekrut tenaga kerja 33.000 Kepala SPPG, 14.000 ahli gizi, 14.000 akuntan 600.000 relawan se-Indonesia," bebernya.
Dadan menyebut, para mitra BGN juga telah berinvestasi 2 miliar rupiah per unit, sehingga total dana beredar mencapai sekitar Rp58 triliun untuk pembangunan fasilitas SPPG.
"Kita apresiasi dengan kehadiran mitra, karena kehadiran mitra masing-masing mengeluarkan uang Rp2 milyar. Yang lolos 14 ribu dan yang antre 15 ribu mitra keseluruhan ada 29 ribu mitra," sebutnya.
"Kalau masing-masing kali Rp2 miliar, itu ada Rl58 triliun uang beredar di masyarakat untuk membangun SPPG dan menyerap tenaga besar sekali," imbuhnya.
Dadan mengklaim, program MBG ini tak hanya menyehatkan anak-anak, namun juga menggerakkan ekonomi rakyat menyerap banyak tenaga kerja.
"Petani, peternak, hingga nelayan ikut merasakan manfaatnya, pemerintah daerah saya ucapkan terimakasih," katanya.***
Editor : Ahmad Sayuti

