Jangan Sampai Jadi Sarang Kelalawar, Pemprov Jabar Tetap Suntik Modal untuk BIJB Kertajati
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap memberikan perhatian khusus berupa penyertaan modal, bagi Bandara Internasional Jawa Baat (BIJB) Kertajati dalam KUA-PPAS 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap memberikan perhatian khusus berupa penyertaan modal, bagi Bandara Internasional Jawa Baat (BIJB) Kertajati dalam KUA-PPAS 2026.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, bila tidak disuntik anggaran, maka BIJb Kertajati terancam mati dan menjadi sarang kelalawar.
"Ya, kalau enggak disuntik (modal), mati listriknya sama airnya. Masa dibiarkan itu menjadi tempatnya kelelawar," ujar Dedi dikutip Minggu 2 November 2025.
Sambil berjalan, melalui penyertaan modal ini. pemprov jabar kata dia, akan terus berupaya dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, agar BIJB Kertajati bisa beroperasi maksimal.
"Tetapi kan ikhtiar-ikhtiarnya sedang kita lakukan dengan pemerintah pusat, dengan Kemenhub memberikan dukungan yang sangat optimal. Ya mudah-mudahan sajalah. Namanya juga barang mewah ya pasti biaya pemeliharaannya mahal," ucapnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Dedi Mulyadi mengungkapkan, dari KUA-PPAS 2026, Pemprov menyediakan Rp100 miliar untuk penyertaan modal bagi dua BUMD, yakni BIJB Kertajati dan Jamkrida Jabar.
Masing-masing lanjut dia, mendapatkan alokasi penyertaan modal sebesar Rp50 miliar di 2026.
"Kemungkinan ada dua, yang pertama BIJB dengan Jamkrida. BIJB Rp50 (miliar), Jamkrida Rp50 (miliar). Sementara itu yang dilakukan," terangnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

