CCTV Tak Hanya Pantau Macet, Bantu Polisi Kejar Pelaku Kejahatan

Dishub Kota Bandung menegaskan CCTV tak hanya memantau kemacetan tapi juga membantu polisi identifikasi pelaku kejahatan

CCTV Tak Hanya Pantau Macet, Bantu Polisi Kejar Pelaku Kejahatan

INILAHKORAN.ID - Rekaman kamera pengawas (CCTV) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, menjadi salah satu alat yang kerap dimanfaatkan kepolisian dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas di jalan raya.

Saat ini, sebanyak 66 CCTV di persimpangan jalan masih aktif dan terhubung dengan sistem area traffic control system (ATCS) sehingga dapat memantau kondisi lalu lintas sekaligus merekam aktivitas di sekitarnya.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, pihaknya mengelola sekitar 150 alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) atau lampu lalu lintas yang tersebar di berbagai ruas jalan. Dari jumlah tersebut, 66 simpang telah dilengkapi CCTV yang terkoneksi dengan ruang kendali ATCS dan masih beroperasi hingga saat ini.

"Dari 150 APIL, yang terkoneksi dengan CCTV itu 66 dan itu aktif sampai sekarang. Contohnya di Simpang Lima, simpang-simpang besar dan jalan nasional itu aktif," kata Rasdian Setiadi, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, CCTV yang berada di bawah pengelolaan Dishub dipasang di sejumlah persimpangan utama karena berfungsi mendukung manajemen lalu lintas. Sementara kamera pengawas yang terpasang di ruang publik di luar kawasan persimpangan, menjadi kewenangan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung.

Melalui sistem ATCS, seluruh CCTV yang terhubung dapat dipantau secara langsung dari ruang kontrol Dishub. Petugas tidak hanya memonitor kondisi lalu lintas di setiap simpang, tetapi juga dapat mengendalikan lampu lalu lintas secara terpusat apabila terjadi kepadatan kendaraan maupun situasi yang memerlukan penanganan cepat.

Selain itu, sejumlah titik CCTV juga telah dilengkapi pengeras suara. Fasilitas tersebut, memungkinkan petugas memberikan teguran langsung kepada pengguna jalan yang melanggar aturan seperti berhenti melewati garis henti atau menutupi zebra cross saat lampu merah.

"Kalau ada motor berhenti di zebra cross, bisa langsung kita beri tahu melalui pengeras suara supaya mundur," ucapnya.

Tak hanya dimanfaatkan untuk pengaturan lalu lintas, keberadaan CCTV juga berperan dalam membantu aparat penegak hukum. Rasdian mengatakan, kepolisian cukup sering meminta rekaman CCTV Dishub untuk menelusuri kronologi maupun jalur pelarian pelaku tindak kriminalitas.

"Sering kita juga diminta aparat kepolisian. Misalnya ada kejadian semalam, kita support dari jam berapa sampai jam berapa ada rekamannya. Lalu kita berikan informasinya," ujar dia.

Meski demikian, dia menjelaskan petugas Dishub tidak dapat langsung menyimpulkan telah terjadi tindak kriminal saat melihat tayangan CCTV. Koordinasi tetap dilakukan bersama aparat kepolisian yang memiliki kewenangan dalam penanganan hukum.

"Kalau terlihat ada kejadian di simpang, kita bisa informasikan ke polisi. Selama ini biasanya polisi meminta informasi kemungkinan jalur pelaku, misalnya lewat simpang tertentu kemudian kita berikan rekamannya," jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya mengakui masih terdapat beberapa CCTV yang sedang dalam proses perbaikan akibat terdampak pekerjaan penggalian utilitas di sejumlah ruas jalan. Beberapa titik yang saat ini sedang dilakukan pemasangan kembali berada di kawasan Jalan Aceh, dan Jalan Martadinata.

"Ada sebagian yang harus kita perbaiki. Yang di sekitar Jalan Aceh dan Martadinata sekarang sedang dilakukan pemasangan lagi," ujar dia.

Rasdian memastikan, secara umum mayoritas CCTV tetap berfungsi dengan baik. Seluruh jaringan tersebut terhubung dalam empat koridor pemantauan yang mencakup wilayah utara, timur, selatan dan barat Kota Bandung sehingga petugas dapat memonitor kondisi lalu lintas secara berkesinambungan dari Balai Kota maupun pusat ATCS Gedebage.

"Selain mengatur kepadatan kendaraan sehari-hari, sistem ATCS juga digunakan untuk memberikan prioritas perjalanan bagi ambulans, mobil pemadam kebakaran sampai iring-iringan VVIP. Dengan pengaturan lampu lalu lintas secara terpusat, kendaraan prioritas dapat melintas lebih cepat menuju lokasi tujuan tanpa terhambat kemacetan," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti