“Selain upaya pencegahan
banjir, juga untuk menabung air dan menaikkan muka air tanah di Kota Bandung tentunya,” kata Yana Mulyana.
Kendati demikian, Yana meminta seluruh pihak menjaga fasiltas ini agar tetap nyaman untuk dikunjungi dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Bandung.
“Dengan terbangunnya
Kolam Retensi ini, titik
banjir khususnya di kawasan terdampak
banjir seperti Kecamatan
Arcamanik, atau kawasan Cingised ya, semoga bisa selesai,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung Didi Ruswandi menyebut, saat ini sudah ada 10
Kolam Retensi yang dibangun di Kota Bandung.
“Tadi teman-teman di kewilayahan juga memberikan pernyataan, mereka menyebut
banjir di kawasan mereka mulai berkurang,” kata Didi Ruswandi.
Selain
Kolam Retensi, beberapa upaya Pemkot Bandung dalam mencegah potensi
banjir serta mengelola air hujan di Kota Bandung antara lain dengan membangun rumah pompa dan sumur imbuhan.
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bandung Maya Himawati berharap,
Kolam Retensi ini dapat menjadi solusi masalah
banjir, khususnya di kawasan terdampak yakni Kecamatan
Arcamanik.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga
Kolam Retensi ini,” kata Maya Himawati. *** (yogo triastopo)