Cegah Kasus Bullying, DP3A Kota Bandung Gandeng Sejumlah Forum

Kasus bullying di lingkungan  pendidikan belakangan ini, harus menjadi perhatian untuk semua pihak. Hal itu agar kasus bullying tidak kembali terus terulang.

Cegah Kasus Bullying, DP3A Kota Bandung Gandeng Sejumlah Forum
Kasus bullying di lingkungan  pendidikan belakangan ini, harus menjadi perhatian untuk semua pihak. Hal itu agar kasus bullying tidak kembali terus terulang./ilustrasi

INILAHKORAN, Bandung - Kasus bullying di lingkungan  pendidikan belakangan ini, harus menjadi perhatian untuk semua pihak. Hal itu agar kasus bullying tidak kembali terus terulang.

Kepala DP3A Kota Bandung Uum Sumiati menuturkan, pihaknya kerap memberikan edukasi ke sejumlah sekolah termasuk bekerjasama dengan forum anak Kota Bandung dan aksi barudak cegah kekerasan.

"Hal ini untuk kejadian serupa tidak terus terulang. Kita juga sering memberikan edukasi ke beberapa sekolah untuk mencegah hal itu," kata Uum Sumiati pada Sabtu 30 September 2023.

Uum menyebut bahwa untuk menekan kasus bullying, selain bermitra dengan forum anak Kota Bandung, pihaknya pun melakukan sosialisasi keliling ke-18 kecamatan. Saat ini baru dilakukan ke-4 kecamatan.

"Kita juga melakukan penguatan edukasi kaitan dengan tindakan kekerasan bekerjasama dengan kewilayahan, Satpol PP, posyandu, babinkamtibmas, bhabinsa dan kepala sekolah," ucapnya.

Dikemukakan dia, kasus bullying di Kota Bandung tertinggi di Jawa Barat. Namun demikian pihaknya menjalankan berbagai upaya, seperti mendorong siswa berani berbicara, dan lapor kalau ada kekerasan.

"Melapor kalau terjadi kekerasan, dan dampak dari mengedukasi masyarakat itu, mereka mulai faham. Mau tidak mau kalau ada kekerasan itu mereka harus mulai berani melapor," ujar dia.

Uum mengatakan, membuat satu pelaporan bisa melalui berbasis elektronik. Atau bisa langsung datang ke UPTDPPA. Lalu melalui aplikasi WA atau aplikasi ruang rindu.

"Kita membuat satu pelaporan berbasis elektronik yang memudahkan masyarakat untuk melapor ke kita. Jadi kalau tidak bisa, mereka bisa datang ke UPTDPPA atau WA atau aplikasi ruang rindu," tandasnya. *** (Yogo Triastopo)


Editor : JakaPermana