Cek Kondisi Tabung LPG di SPPBE Leuwigajah, Zulhas Sebut Banyak Tabung Gas yang Harus Direpair
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan tengah gencar melakukan pengawasan menyusul adanya temuan praktik pengurangan isi gas elpiji kemasan 3 kilogram di 11 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Jakarta, Tangerang dan Bandung Raya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan tengah gencar melakukan pengawasan menyusul adanya temuan praktik pengurangan isi gas elpiji kemasan 3 kilogram di 11 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Jakarta, Tangerang dan Bandung Raya.
Di Cimahi misalnya, menteri yang akrab disapa Zulhas itu mendatangi SPPBE PT. Sadikun 3 kg di Jalan Kerkof No.148, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas turut didampingi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin dan Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi.
"Alhamdulillah setelah ramai mulai kita kunjungan di Tanjung Priok, Pertamina juga melakukan pengawasan lebih sistematis dan lebih ketat," kata Zulhas saat ditemui di SPPBE Sadikun, Sabtu 1 Juni 2024.
Zulhas mengatakan, dirinya langsung mengecek kondisi tabung LPG berukuran 3 kilogram dan menemukan banyak Tabung Gas berkarat yang harus direpair atau diperbaiki.
"Tadi saya lihat langsung ke sana, tabung itu kalau sudah lama namanya besi pasti karatan dan itu perlu di repair," katanya.
Kendati demikian, terang Zulhas, apabila tabung tersebut belum direpair dan dipaksakan diisi, maka akan ada pengendapan sehingga tidak bisa dipakai lagi.
"Kalau dipaksa terus akan merugikan konsumen," ucapnya.
Menurutnya, tabung-tabung yang sudah berkarat harus segera dibersihkan dan diperbaiki. Sehingga, apabila tabungnya ditimbang maka beratnya itu 5 kilogram.
"Tadi saya lihat ada yang bunyi, ukuran LPG 3 kilogram itu berkurangnya 0.03 gram. Itu wajar, jadi di sini sudah bagus," ujarnya.
Zulhas pun menegaskan, kedatangannya ke daerah untuk memastikan jika kondisi LPG bagus, maka pihaknya bakal mengatakan bagus. Sebaliknya, kalau jelek kondisinya memang jelek.
"Alhamdulillah yang di sini bagus, kalau masyarakat ambil gas di sini insyallah dijamin timbangannya cukup dan bagus, serta tabungnya sudah direpair," ujarnya.
Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo menilai pengawasan ini merupakan kolaborasi yang baik antara Kementerian ESDM, Kementrian Perdagangan, dan Pertamina selaku badan usaha untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.
"Kami terbagi dalam beberapa tim yang bergerak serempak secara nasional di seluruh Indonesia," katanya.
"Tim tersebut sudah selama seminggu untuk melakukan perbaikan-perbaikan agar kedepannya layanan ini lebih baik," tandasnya.
Diketahui, praktik kecurangan gas LPG 3 Kg ditemukan di 11 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Bakar Elpiji (SPPBE) resmi. Tindak kecurangan di 11 SPPBE itu ditemukan oleh Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan.
Dalam temuan tersebut, Zulhas menemukan adanya praktik pengurangan volume gas LPG 3 kilogram seberat 200-700 gram yang dilakukan petugas. Menurutnya, praktik pengurangan volume tersebut tidak sesuai dengan PP Nomor 29 Tahun 2021.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

