Cerdas Mengatur Uang Sejak Muda: Literasi Kuat Investasi Tepat

INVESTASI saham kian diminati generasi muda.Literasi menjadi bekal agar investasi tak sekadar menjadi tren.

Cerdas Mengatur Uang Sejak Muda: Literasi Kuat Investasi Tepat
PAHAM INVESTASI: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan (FEB Unpas) mendorong generasi muda memahami investasi sejak dini melalui seminar Roadshow Sosialisasi Edukasi Investasi dan Saham bertema “GEN Z Melek Investasi”.Kegiatan kolaborasi bersama InilahKoran, bank bjb, dan bjb Sekuritas ini digelar di Aula Ir H Djuanda Lantai 8 Gedung Rektorat Unpas, Rabu (28/10/2026).(INILAH/MUHAMMAD RIDWAN HAKIM)

Oleh : Yogo Triastopo

Uang jajan bisa habis dalam hitungan hari.Namun, jika dikelola dengan bijak, uang yang sama bisa menjadi langkah awal menyiapkan masa depan.

Bagi generasi Z yang akrab dengan dunia digital, investasi kini terasa semakin dekat. Cukup lewat layar ponsel, pasar modal bisa diakses tanpa harus menunggu punya banyak uang.

Meski begitu, mudahnya akses bukan berarti investasi bisa dijalani asal-asalan. Di balik peluang keuntungan, ada risiko yang perlu dipahami.

Bukan sekadar ikut tren atau tergoda cuan cepat, investasi membutuhkan pengetahuan, perhitungan, dan kesabaran.

Pesan itulah yang mengemuka dalam seminar Gen Z Melek Investasi: Roadshow Sosialisasi Edukasi Investasi dan Saham di Aula Ir H Djuanda Lantai 8 Gedung Rektorat Universitas Pasundan (Unpas), Jalan Tamansari Kota Bandung, Rabu (28/10).

Kegiatan yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpas bersama Inilah- Koran, bank bjb, bjb Sekuritas, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Barat ini mengajak mahasiswa mengenal investasi secara lebih dekat.

Ketua Panitia Muhammad Ridwan Hakim mengatakan, generasi muda perlu dibekali pengetahuan sebelum terjun ke pasar modal.

Kemudahan bertransaksi melalui platform digital harus berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai mekanisme investasi dan risiko yang menyertainya.

“Selama ini, masih ada anggapan, saham hanya bisa dibeli oleh kalangan tertentu atau orang yang memiliki modal besar. Padahal dengan modal sekitar Rp500.000, seseorang sudah bisa mulai membeli saham tertentu,” kata Ridwan.

Modal terbatas, menurutnya, bukan alasan untuk menunda belajar investasi.

Justru sejak masih duduk di bangku kuliah, mahasiswa dapat mulai mengenali berbagai instrumen keuangan sekaligus membangun kebiasaan mengelola uang secara sehat.

Namun, Ridwan mengingatkan, jangan sampai keinginan mendapatkan cuan membuat anak muda lengah. Tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat, termasuk imbal hasil yang tidak wajar, perlu dicermati.

Legalitas perusahaan, mekanisme i nve s t a s i , dan rekam j e j a k p e n y e - lenggara harus diperi k s a sebelum u a n g disetorkan.

S e - bab, di dunia investasi, janji manis tidak selalu berujung manis. Keuntungan tak pernah lepas dari risiko, sementara keputusan yang terburu-buru bisa membuat uang yang dikumpulkan susah payah justru melayang.

“Pemahaman terhadap risiko juga membantu investor menentukan pilihan secara rasional, bukan semata- mata berdasarkan janji keuntungan,” ujarnya.

Pilihan investasi pun tidak melulu saham. Mahasiswa bisa mempelajari reksa dana dan emas, dengan karakteristik serta risiko yang berbeda. Kuncinya bukan mengikuti instrumen yang sedang ramai, melainkan memilih sesuai tujuan keuangan, j a n g k a waktu, dan kem a m - p u a n m a - sing-masing.

D e k a n FEB Unpas, Prof. Juanim, menilai pemahaman investasi perlu dibangun sejak dini. Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui peluang keuntungan, tetapi juga harus mampu membaca risiko dan bertanggung jawab atas setiap keputusan finansial.

“Generasi Z perlu dibekali pengetahuan investasi sejak dini, agar mampu mengelola keuangan secara bijak, mengenali peluang dan memahami risiko dalam mengambil keputusan investasi. Investasi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi membutuhkan literasi, perencanaan, disiplin dan tanggung jawab,” kata Juanim.

Menurutnya, kebiasaan merencanakan keuangan sejak kuliah dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai kebutuhan pada masa mendatang, termasuk me ny i a p k a n dana pensiun.

Masa depan memang belum datang, tetapi persiapannya bisa dimulai dari sekarang.

Seminar ini menghadirkan Direktur Utama bjb Sekuritas Dr. Maryadi Suwondo, S.E., M.M., CSA, CRP; Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat Firman Hananto; serta Pemimpin Divisi Dana dan Jasa Konsumer bank bjb Maman Rukmana, S.E., M.M. Diskusi dipandu moderator Glen Lazwardi Purba, M.AK.

(gin)


Editor : Inilahkoran