Cerita Bupati Purwakarta Bikin Lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejad'
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejad' merupakan luapan akan suasana kebatinan dirinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyampaikan lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejad' merupakan luapan akan suasana kebatinan dirinya.
"Perjalanan spiritual setiap orang kan berbeda, kisah hidup seseorang selalu berbeda-beda. Cerita cinta, cerita asmara setiap orang berbeda, termasuk cerita cinta dan asmara keluarga saya saat itu. Dan itu saya tulis dalam bentuk puisi di tahun 2020," cerita Saepul Bahri Binzein.
Ia melanjutkan, lagu yang berawal dari puisi itu merupakan kisah perjalanan hidupnya yang liar sebelum menjadi bupati. Hingga akhirnya di satu momen, dirinya merasa bersyukur diciptakan sebagai laki-laki, karena bila menjadi perempuan, memiliki risiko seperti dalam lirik lagu tersebut.
Meski demikian, ia meminta maaf karena lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" ini menimbulkan kegaduhan. Ia mengaku tidak menyadari, bahwa pemilihan kata dalam lirik lagu tersebut dapat menjadi polemik.
"Untuk itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas itu. Karena saat itu saya, waktu saya buat, saya tidak menyadarinya," katanya.
Sisi lain, Saepul Bahri Binzein mengaku lagu tersebut dibuat pada Januari 2026. Di mana saat ini telah dihapus di seluruh kanal digital miliknya, usai viral dan menjadi kontroversi dalam beberapa pekan terakhir.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memanggil Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, buntut lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" yang menimbulkan polemik di tengah publik, karena disinyalir mendiskreditkan perempuan.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi menegaskan Pemprov Jabar tidak memberikan hukuman, karena untuk kepala daerah merupakan kewenangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Kita tidak punya otorisasi, untuk memberikan hukuman kepada kepala daerah, karena dia adalah kepala daerah otonom. Tetapi kita ini diberikan tugas untuk melakukan pembinaan, pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah," ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (5/7/2026).
Meski demikian, ia mengatakan supaya persoalan ini tidak berlarut-larut, maka pihaknya meminta penjelasan rinci dari Saepul Bahri Binzein terkait lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" tersebut.
"Kita ingin yang pertama untuk meminta penjelasan Pak Bupati, apa yang menjadi latar belakang dibuatnya lagu tersebut," tanya Dedi.
Supaya tidak terulang, Dedi memberikan sanksi sosial kepada Saepul Bahri Binzein, buntuk polemik yang terjadi.
"Saya memberikan sanksi sosial. Sanksi sosialnya adalah Pak Bupati diberikan tugas untuk merenovasi 10 rumah janda, tanpa menggunakan APBD di Purwakarta. Itu bagian dari kita memuliakan perempuan," ujarnya.
Bukan hanya renovasi, ia juga meminta Bupati Purwakarta ini menyekolahkan anak-anak dari para janda tersebut, serta mencarikannya pekerjaan.
"Dan yang direnovasi adalah harus rumah janda yang usianya muda. Kenapa? justru kalau dia tidak direnovasi, anak-anaknya tidak disekolahkan. Bapak juga diberikan tugas untuk menyekolahkan anaknya. Kalau dia tidak punya penghasilan dalam usia muda, berpotensi dia minimal harus ke luar negeri meninggalkan anak-anaknya. Jadi bapak hari ini cari perempuan yang memiliki anak di bawah umur, mencegah pergi ke luar negeri, dibangun rumahnya, dicarikan pekerjaan, di sekolahkan anak-anaknya," pintanya.***
Editor : JakaPermana

