Cha Eun Woo Dinilai Menipu Penggemar saat Promosikan Restoran Belut Milik Ibunya: Tempat Favorit Lokal
Penggemar merasa tertipu saat Cha Eun Woo promosikan restoran belut milik keluarganya dengan sebutan tempat favorit lokal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Di tengah isu penggelapan pajak hingga Rp232 miliar, Cha Eun Woo kini dituduh telah menipu penggemar.
Saat ini forum dan jejaring sosial ramai dengan unggahan berjudul “Tempat yang Disebut Orang sebagai Perusahaan Kertas Cha Eun Woo,” yang menunjuk pada alamat terdaftar Perusahaan A—entitas yang telah ditandai oleh Dinas pajak Nasional dalam penyelidikannya.
Menurut pengguna, alamat terdaftar perusahaan di Ganghwa-do, Incheon, sesuai dengan alamat restoran belut yang pernah dioperasikan oleh orang tua Cha Eun Woo.
Didirikan pada Oktober 2022, perusahaan tersebut dilaporkan terdaftar di bawah klasifikasi industri standar untuk layanan manajemen.
Di tengah kontroversi ini, netizen menemukan foto pada bulan September 2022 yang dibagikan Cha Eun Woo di Instagram-nya, yang diambil di depan restoran yang sama.
Beberapa unggahan bahkan menyarankan bahwa gambar tersebut digunakan dalam konten promosi di media sosial restoran tersebut.
Unggahan tersebut diberi keterangan seperti “Makan belut lezat dan bahkan mengunggahnya. Bukan rahasia lagi bahwa dia sering berkunjung,” yang menyiratkan hubungan yang erat.
Saat itu, banyak penggemar menanggapi gambar tersebut dengan santai, berkomentar positif seperti “Dia pergi mengunjungi orang tuanya untuk Chuseok.”
Namun kini, seiring meningkatnya tuduhan penggelapan pajak, foto sebelumnya juga menuai kritik.
Para komentator bereaksi dengan rasa tidak percaya, mengatakan hal-hal seperti “lucu sekali bagaimana mereka berpura-pura itu bukan promosi keluarga.”
“Menggunakannya untuk promosi dan sekarang mengklaimnya sebagai perusahaan fiktif?.”
Banyak yang merasa ironis bahwa foto di depan restoran belut milik orang tua telah menjadi bagian dari narasi yang lebih luas seputar kontroversi pajak besar-besaran.
restoran ini juga muncul di episode November 2022 dari acara variety show JTBC, MukjaGO, di mana restoran tersebut diperkenalkan sebagai "restoran favorit Cha Eun Woo dengan penjualan tahunan sekitar ₩1 miliar."
Pada saat itu, Cha Eun Woo sendiri tampaknya mengisyaratkan bahwa restoran itu hanyalah tempat favorit warga lokal, menceritakan dalam sebuah wawancara bagaimana ayahnya pernah mengirimkan belut untuk perjalanan berkemah dan bagaimana dia dan timnya pernah makan di sana bersama, tanpa pernah secara eksplisit mengakui bahwa itu adalah bisnis keluarganya.
Reaksi publik berubah menjadi sangat kritis setelah pengunjung independen membagikan ulasan yang menyatakan:
“Saya bertanya langsung kepada staf, dan mereka mengkonfirmasi bahwa ini adalah restoran orang tua Cha Eun Woo.”
Netizen kini mempertanyakan mengapa hubungan keluarga tersebut tidak pernah diungkapkan secara terbuka, dengan komentar seperti:
“Bahkan jika itu tempat keluarganya, dia bisa saja mengatakannya, mengapa menyembunyikannya?” dan “Apakah boleh menampilkan bisnis keluarga di TV tanpa memberi tahu pemirsa?”
Pada 22 Januari, Edaily melaporkan bahwa Cha Eun Woo telah menjadi subjek audit pajak intensif oleh Divisi Investigasi 4 Kantor pajak Daerah Seoul.
Layanan pajak Nasional menyimpulkan bahwa perusahaan yang didirikan oleh ibunya tidak menyediakan layanan yang substansial dan mungkin telah digunakan untuk mengalihkan pendapatan dari tarif pajak pribadi yang lebih tinggi yang menyebabkan pemberitahuan resmi yang menuntut lebih dari Rp232 miliar dalam bentuk tunggakan pajak.
Pihak Cha Eun Woo menanggapi pertanyaan media, menekankan bahwa pertanyaan hukum utama adalah apakah perusahaan tersebut benar-benar memenuhi syarat sebagai entitas yang dikenakan pajak.
Pihak Cha Eun Woo menegaskan bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan perencanaan hiburan yang terdaftar secara sah, bukan sekadar perusahaan fiktif.
Cha Eun Woo saat ini sedang menunggu hasil peninjauan pra-penilaian pajak dan sang idola kini tengah menjalani tugas wajib militer.***
Editor : Irma Nurfajri


