Cileuncang Sempat Putus Jalur Katapang-Rancamanyar
Hujan deras yang terjadi sepanjang siang hingga malam kemarin mengakibatkan aliran sungai Cicangkudu meluap. Luapan air sempat memutuskan jalur lalu lintas di Jalan Raya Katapang-Rancamanyar, tepatnya di Kampung Kubang Desa Sukamukti Kecamatan Katapang, Selasa (31/3/2020).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung – Hujan deras yang terjadi sepanjang siang hingga malam kemarin mengakibatkan aliran sungai Cicangkudu meluap. Luapan air sempat memutuskan jalur lalu lintas di Jalan Raya Katapang-Rancamanyar, tepatnya di Kampung Kubang Desa Sukamukti Kecamatan Katapang, Selasa (31/3/2020).
Hingga sekitar pukul 12. 30 WIB, genangan air setinggi kurang lebih 50 sentimeter masih tejadi di jembatan Kubang. Meski genangan air masih lumayan tinggi, para pengendara sepeda motor maupun roda empat ada yang nekat menerobos genangan air. Resikonya, tak sedikit sepeda motor yang mogok dan harus dituntun ke bengkel terdekat dari tempat itu.
"Hujan deras dari kemarin siang sampai tadi malam, ini enggak biasanya air di jembatan Cicangkudi meluap sampai menutip jalan. Kalau sekarang sudah agak mengan surut, tadi malam air sampai sepangkal paha orang dewasa dan kendaraan sama sekali enggak bisa lewat," kata Ade Makmur (45), salah seorang warga Kubang, dilokasi banjir.
Menurut Ade, karena Jalan Raya Katapang-Rancamanyar sejak malam tadi kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Katapang maupun dari arah Rancamanya harus memutar arah. Jalan alternatif bisa melalui Kampung Cicangkudu, Cembul dan kembali ke Jalan Raya Rancamanyar di wilayah Kampung Cupu Desa Rancamanyar. Selain keluar di Kampung Cupu, bisa juga lewat Kampung Cicangkudu dan keluar di Jalan Raya Bojongkoneng Rancamanyar.
"Perjalanan jadi memutar lebih jauh sih, tapi lebih baik memutar dari pada motor atau mobilnya mogok. Tapi kalau sekarang walaupun masih ada genangan tapi lumayan sudah bisa dilewati, semoga genangannya segera surut dan jalan kembali normal." ujarnya.
Ade melanjutkan, luapan air di sungai atau kali Cicangkudu ini terkadi karena air di Sungai Citarum sudah terlampau besar. Genangan air di Sungai Citarum yang memang tak jauh dari tempat itu memang cukup besar, bahkan tinggi permukaan air hampir mengenai bagian bawah jembatan Citarum Rancamanyar.
"Genangan air di Citarumnya juga sangat besar, pantas saja air dari kali atau Sungai Cicangkudu yang seharusnya ke Citarum jadi tertahan dan meluap sampai membanjiri jalanan," katanya. (rd dani r nugraha).
Editor : Zulfirman

