Cirebon Dibidik Investor

Kabar adanya industri yang tidak beroperasi di Vietnam sampai ke Tanah Air. Pemilik kapital itu kini mencari tempat investasi baru di Jabar.

Cirebon Dibidik Investor

INILAHKORAN, Bandung - Kabar adanya industri yang tidak beroperasi lagi di Vietnam sampai ke Tanah Air. Bahkan, pemilik kapital itu kini mencari tempat investasi baru di Jabar.

“Alhamdulillah, Cirebon dan Indramayu termasuk menjadi tujuan investasi tersebut. Kabar itu hasil dari beberapa kali komunikasi dengan beberapa country manager sejumlah brand produk ternama . Saya memperoleh kabar adanya industri yang tidak beroperasi lagi di Vietnam dan sedang mencari tempat tujuan investasi baru,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Ning Wahyu Astutik, Rabu 13 Oktober 2021.

Dia pun kembali bersyukur perusahaan-perusahaan baru itu merupakan sektor industri padat karya. Keberadaanya dapat dipastikan akan menyerap ribuan tenaga kerja dan memiliki efek domino yang relatif besar.

Baca Juga: BJB Topang Minat Investasi

Untuk itu, Ning Wahyu Astutik mengajak semua pihak yang berkepentingan bisa membantu para investor ini mendapatkan kenyamanan berinvestasi.

“Mari kita cari lagi lebih banyak investor untuk masuk ke wilayah Jabar. Inilah tugas kita para asosiasi,” tambahnya.

Ning Wahyu Astutik menuturkan, di situasi sarat perjuangan untuk pengusaha ini dibutuhkan kolaborasi serta suasana yang relatif teduh untuk berusaha. Dia mengharapkan seluruh stakeholder bisa membantu para pengusaha mempersiapkan dirinya untuk bangkit dari situasi pandemi Covid-19.

Guna menjaga iklim investasi relatif ramah terhadap para pemilik kapital, Apindo Jabar siap berkolaborasi dengan siapa pun dan selama memiliki visi yang sama membangun ekonomi Jabar. Pasalnya, dia mengakui guna menggolkan hal tersebut tidak mungkin dikerjakan satu dua organisasi atau satu dua asosiasi saja.

Baca Juga: Mantap, Minat Investasi Saham di Jabar Tinggi

“Jabar ini terlalu luas, begitu besar. Potensinya luar biasa, tantangannya juga sangat besar. Menurut informasi ada 52 asosiasi, mari semuanya betul-betul bekerja. Saya yakin, hasilnya nanti pasti akan sangat luar biasa,” ucap Ning Wahyu Astutik yakin.

Di sisi lain, situasi pandemi pun sejumlah perusahaan terancam relokasi atau bahkan tutup beroperasi. Ning menuturkan, kondisi terburuk sebuah perusahaan itu dampaknya relatif besar yakni meningkatnya jumlah pengangguran secara signifikan.

Terlebih, perusahaan-perusahaan yang relokasi dan tutup itu merupakan perusahaan padat karya dengan jumlah perusahaan berkisar 150 perusahaan. Berdasarkan data, jumlah pengangguran terbuka di Jabar pada 2021 ini berjumlah 2,1 juta atau 24,9% dari total pengangguran nasional.

“Semakin banyak jumlah karyawan dari perusahaan yang tutup atau melakukan relokasi, maka semakin besar juga dampak yang ditimbulkan secara ekonomi di Jabar ini. Sebab, bukan hanya karyawan perusahaan yang kehilangan pekerjaan, tetapi efek domino dari hal tersebut sangat luar biasa. Misalnya keluarga yang biasa hidup dari gaji karyawan, penjual makanan di sekitar perusahaan, transportasi, kos-kosan, penjual baju, pulsa, dsb,” tutur Ning Wahyu Astutik.

Baca Juga: Tiga Alasan Jabar Selalu Juara Investasi

Adanya kabar baik tersebut sejalan dengan program Pemprov Jabar. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, segitiga Cirebon-Patimban-Kertajati (Rebana) digadang-gadang menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) terbesar di Indonesia.

Dia meyakini, nantinya segitiga Rebana itu bakal dibuat berbagai zona industri yang berorientasi ekspor dan memiliki daya saing. Dia memproyeksikan, masa depan Jabar akan hadir di kawasan yang jantungnya ada di Majalengka. Pasalnya, sejauh ini tidak ada kawasan strategis di Indonesia seperti Rebana yang berdekatan dengan pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Baca Juga: Road to WJIS 2021, Jabar Luncurkan Ekosistem Investasi

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar M Arifin Soedjayana mengatakan, sejauh ini industri padat karya itu mayoritas berada di sebelah barat. Ke depan, dia menyebutkan orang nomor satu di Jabar akan menggesernya ke sebelah timur-utara Jabar.

Pemprov Jabar akan menggiring para calon investor untuk bisa menanamkan modalnya ke daerah sebelah utara-timur. Tepatnya, di kawasan segitiga Rebana yang diproyeksikan menjadi pusat perekonomian baru Jabar.

Menurutnya, kawasan segitiga Rebana itu nantinya diharapkan bisa meningkatkan peluang ekonomi. Mulai dari sisi infrastruktur, pertanian, wisata, dan lainnya. Ujungnya, bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar dan bisa menekan jumlah pengangguran.***(dnr)


Editor : inilahkoran