Comeback Terbaru SEVENTEEN Dinilai Netizen Meniru Konsep NCT Dream

Netizen menilai konsep untuk comeback terbaru SEVENTEEN terlihat sangat mirip dengan konsep milik NCT Dream.

Comeback Terbaru SEVENTEEN Dinilai Netizen Meniru Konsep NCT Dream
Boy grup SEVENTEEN dan NCT Dream.

INILAHKORAN, Bandung - Setelah kebocoran dokumen ke publik, tidak hanya perusahaan, artis HYBE juga kini jadi sorotan.

Di theqoo, satu unggahan yang ditonton hampir 50.000 kali telah memicu diskusi hangat, dengan banyak pengguna mengklaim bahwa tumpang tindih Konsep antara SEVENTEEN dan NCT Dream terlalu dekat untuk diabaikan.

Khususnya, pada bulan Juni 2021, NCT Dream merilis album repackage pertama mereka, 'Hello Future'.

Judul lagu tersebut dengan cepat menjadi viral karena nuansanya yang membangkitkan semangat dan menyenangkan, yang menjadi salah satu rilisan paling berkesan bagi grup tersebut.

Kini, pada bulan Oktober 2023, 'God of Music' SEVENTEEN telah menarik perbandingan karena energi, suara, dan estetikanya yang serupa.

Persamaan ini membuat netizen mempertanyakan apakah pilihan kreatif SEVENTEEN terlalu terinspirasi oleh 'Hello Future'.

Komentar di bawah postingan tersebut menggambarkan rasa frustrasi beberapa penggemar.

“Apakah mereka tidak punya harga diri?”, “ini bukan hanya tentang albumnya; ada kurangnya orisinalitas dalam eksekusi konsepnya.”

“Jelas bahwa HYBE hanya tahu cara menyalin sesuatu mereka tampaknya tidak dapat menciptakan sesuatu yang unik dengan usaha mereka sendiri.”

“Bahkan pilihan untuk menggunakan sutradara yang sama menunjukkan bahwa mereka jelas merujuk pada Hello Future.”

“Kemiripannya sekali, saya harus melihatnya dua kali", “apakah HYBE tidak punya sesuatu yang orisinal untuk ditawarkan? Mereka hanya terus menggunakan staf kreatif yang sama.”

“Bukan hanya satu atau dua elemen saja yang sama; banyak aspek yang saling tumpang tindih, sehingga mustahil untuk diabaikan.”

Yang semakin memperkeruh suasana, para penggemar telah menarik kesimpulan yang sama dengan tuduhan LE SSERAFIM baru-baru ini tentang penjiplakan Konsep Red Velvet. 

Sementara beberapa penggemar berpendapat bahwa kedua grup tersebut hanya menggunakan fotografer yang sama.

Tumpang tindih yang berulang ini telah menimbulkan spekulasi tentang apakah pendekatan HYBE melibatkan perekrutan tim kreatif yang sama untuk mencapai Konsep yang populer.

Para penggemar juga menunjukkan bahwa sutradara Shin Woo Seok, dilaporkan menolak tawaran dari grup lain setelah karyanya di 'Ditto' milik NewJeans untuk menghindari konflik serupa.

Oleh karena itu, pilihan HYBE untuk menggunakan sutradara yang sama dengan SM Entertainment hanya meningkatkan kritik.

Bagi banyak penggemar K-Pop, kemiripan antara Konsep SEVENTEEN dan NCT Dream menjadi pengingat akan batasan tipis antara inspirasi dan imitasi, terutama dalam industri di mana Konsep unik dapat membuat atau menghancurkan Comeback.

Seiring berlanjutnya perdebatan, penggemar bertanya-tanya apakah kemiripan ini hanya kebetulan atau pertanda tren yang lebih besar dalam gaya produksi K-Pop.***


Editor : Irma Nurfajri