INILAH, Karawang – Cuaca ekstrem mulai menghantui wilayah pesisir Kabupaten Karawang sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi ini terjadi menyusul intensitas curah hujan yang menunjukan peningkatan.
Kondisi ini menjadi ancaman bagi nelayan di wilayah itu. Saat ini, para nelayan di daerah lumbung padi nasional ini mulai mengeluhkan soal menurunnya hasil tangkapan. Penurunan hasil tangkapan sangat drastis hingga 50 persen dari hari normal.
Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karawang Sahari menjelaskan, nelayan di wilayahnya mayoritas merupakan para pencari udang dan rajungan. Sebenarnya sampai saat ini aktivitas nelayan masih terbilang normal.
"Cuacanya sedang tidak bersahabat. Tapi sebagian besar nelayan masih melaut. Hanya saja hasil tangkapan menurun drastis," ujar Sahari saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (5/2/2019).
Dia menjelaskan, sebelum berangkat melaut para nelayan harus bisa mengenal tanda-tanda datangnya cuaca ekstrem. Karena terkadang saat kondisi cuaca pagi terlihat cerah, tidak jadi jaminan siang atau sore harinya masih sama.
"Saat di tengah laut, tiba-tiba langitnya menjadi gelap. Alhasil para nelayan ini lebih memilih bertepi dari pada nanti malah terjadi hal yang tidak diingkan. Makanya tangkapannya juga jadi kurang maksimal," katanya.
Sahari mengklaim, penurunan hasil tangkapan nelayan sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Biasanya, di hari normal mereka bisa mendapat udang hingga empat kilogram, saat ini bisa mendapat dua kilogram saja sudah beruntung.
Dia menambahkan, meskipun ada penurunan hasil tangkapan, tapi belum berimbas pada harga rajungan dan udang. Untuk harga masih relatif stabilm yakni udang seharga Rp75 ribu per kilogram. Sedangkan rajungan seharga Rp50 ribu per kilogram dalam kondisi mentah.
Sementara itu, Sanudin (50), nelayan setempat mengaku, sebenarnya cuaca saat ini masih belum seberapa karena nelayan masih bisa melaut. Meskipun, saat pagi hari cuaca bagus, tiba-tiba menjelang siang ataupun sore angin di laut kencang sehingga menyebabkan gelombang tinggi.
"Cuacanya sih terbilang masih bersahabat. Meski demikian, kami tetap harus waspada," ujarnya.