Cuaca Ekstrem Picu Lubang di Tol Cipali, Pengelola Lakukan Perbaikan
Pengelola Ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas munculnya lubang di sejumlah titik lintasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pengelola Ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas munculnya lubang di sejumlah titik lintasan. Kondisi tersebut dipicu cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang melanda wilayah Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir.
PT Lintas Marga Sedaya memastikan penanganan di lapangan tetap berjalan, termasuk pemberian bantuan kepada pengguna jalan yang mengalami gangguan saat melintas di tol cipali.
“Penanganan dan bantuan di lapangan terhadap pengguna jalan yang mengalami kendala kami pastikan dilakukan dengan baik,” kata Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra tol cipali, Ardam Rafif Trisilo, Senin 2 Februari 2026.
Sebagai langkah pengamanan, pengelola telah memasang rambu peringatan di seluruh titik yang teridentifikasi mengalami kerusakan. Selain itu, tim pemeliharaan dikerahkan setiap hari untuk melakukan perbaikan berdasarkan hasil pemetaan lokasi lubang yang terus diperbarui.
Pengelola juga melakukan penyisiran rutin di sepanjang ruas tol cipali guna mendeteksi potensi kerusakan baru agar dapat segera ditangani sebelum membahayakan pengguna jalan.
“Tim kami secara konsisten melakukan pemetaan titik kerusakan dan penyisiran rutin di sepanjang ruas tol cipali guna melakukan identifikasi dini serta penanganan cepat terhadap potensi lubang baru,” ujar Ardam.
Bagi pengguna jalan yang mengalami gangguan kendaraan di Ruas tol cipali, khususnya pada KM 72 hingga KM 188 Tol Transjawa, pengelola menyediakan layanan bantuan melalui call center ASTRA Infra Toll Road Cikopo–Palimanan di nomor (0260) 7600 600 atau WhatsApp 0811-2347-600.
Pengelola tol mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi batas kecepatan demi keselamatan bersama, terutama saat kondisi cuaca belum stabil.
Editor : JakaPermana

