INILAH, Purwakarta - Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim), Kabupaten Purwakarta, membentuk tim reaksi cepat penebang pohon, sebagai bagian dari upaya penjarangan pohon peneduh yang terdapat di sepanjang jalan utama yang ada di wilayah itu.
Menurut Kepala Seksi Pertamanan, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Kabupaten Purwakarta, Hadiyanto Purnama, penjarangan atau pemangkasan ini sengaja dilakukan guna meminimalisasi adanya pohon tumbang yang bisa membahayakan pengguna jalan.
Terlebih, saat ini intensitas hujan mulai menunjukan peningkatan. Jadi, kemungkinan terjadinya pohon tumbang pun cukup besar. Ditambah lagi, banyak di antara pohon peneduh ini telah lapuk dimakan usia.
"Saat ini, cuaca mulai ekstrem. Dalam beberapa hari ini saja, hampir setiap sore terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Kondisi ini, jelas harus diantisipasi," ujar Hadi kepada INILAH, Senin (14/1/2019).
Hadi mengaku, sejak beberapa hari terakhir pihaknya telah mengerahkan petugasnya untuk menyisir sejumlah jalur. Tujuannya, tak lain untuk mencari pohon peneduh jalan yang dianggap rawan tumbang. Mereka, ditugaskan untuk memantau kondisi pohon peneduh yang ada di beberapa titik.
"Ini merupakan upaya antisipasi. Jadi, jika kondisi pohon tersebut dinggap membahayakan, misalnya keropos dan rawan tumbang, maka petugas kami akan langsung memangkasnya," kata dia.
Hadi menyadari, bukan tidak mungkin ada bagian cabang atau ranting pohon yang sudah kering atau lapuk itu tumbang. Apalagi, banyak pohon peneduh jalan yang sebagian besar diantaranya jenis 'Angsana' itu kondisinya sudah berumur tua. Jika terjadi hujan deras, khawatir malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Karenanya, sambung dia, jika pohon tersebut dibiarkan begitu saja sangat beresiko tinggi. Khawatir, dikala hujan turun yang disertai angin kencang, batang pohon yang sudah rapuh itu akan tumbang dan menimpa pengguna jalan.
"Di musim hujan ini, kita siagakan satu tim reaksi cepat yang beranggotakan 10 personel," jelas dia.
Dalam hal ini, pihaknya pun berharap keterlibatan dari masyarakat. Jadi, jika di wilayah mereka terdapat pohon yang dianggap rawan tumbang diharapkan segera melapor. Masyarakat, juga bisa memanfaatkan call center 112 milik pemerintah untuk melapor, ataupun bisa melalui surat permohonan langsung ke Distarkim.
"Tim kami standby siang malam. Jadi, saat ada laporan, kami akan langsung menindaklanjutinya," tambah dia.
Selain upaya antisipasi datangnya musim hujan, sambung dia, penjarangan ini dilakukan sebagai bagian penataan kota. Supaya, pohon peneduh jalan ini terlihat lebih rapi dan enak dipandang. Dengan begitu, tidak mengganggu estetika lingkungan.
Terkait pohon yang rawan tumbang saat musim penghujan ini, menurut dia, jumlahnya ada puluhan pohon. Pohon tersebut, tersebar di sepanjang jalan protokol di Purwakarta. Semisal di sepanjang jalan Veteran, Jalan RE Martadinata (Jalan Tengah), serta Jalan Ibrahim Singadilaga.
"Kami intensifkan pengawasan. Diprioritaskan, pengawasan pada pohon yang rawan tumbang," tandasnya.