Cup Kertas Jadi Solusi Efisiensi Kedai Kopi Kota Bandung
Lonjakan harga plastik tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga memaksa pelaku usaha kuliner berinovasi. Ju-e Kopi di kawasan Taman Cibeunying.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Lonjakan Harga Plastik tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga memaksa pelaku usaha kuliner berinovasi. Ju-e Kopi di kawasan Taman Cibeunying, Kota Bandung menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas bisa menjadi solusi di tengah tekanan pasar.
Sejak Harga cup Plastik naik hingga 30-40 persen, pengelola Ju-e Kopi, Irfan Fitra Fauzan mulai menyiapkan alternatif kemasan. “Kami sedang mencoba Cup Kertas. Dari sisi Harga lebih stabil, dan kalau tren Plastik terus naik bisa jadi semua kemasan beralih ke bahan kertas,” kata Irfan Fitra Fauzan, Selasa (14/4/2026).
Selain Cup Kertas, penggunaan gelas kaca untuk pelanggan yang minum di tempat juga masuk dalam rencana. Namun, dia menekankan opsi tersebjt membutuhkan investasi besar. “Kalau gelas kaca dipakai, harus yang berkualitas supaya tahan lama. Ditambah kalau mau diberi logo khusus, biayanya bisa sampai puluhan ribu per gelas,” ucapnya.
Bagi Ju-e Kopi, kemasan bukan sekadar wadah minuman melainkan bagian penting dari strategi branding. Cup Plastik, selama ini berfungsi sebagai media promosi karena menampilkan identitas kedai.
“Kami ingin tetap ada ciri khas meski berganti bahan. Branding itu harus dijaga supaya pelanggan merasa dekat dengan produk,” ujar dia.
Irfan menilai, inovasi kemasan adalah langkah antisipasi agar usaha tetap kompetitif. Dengan strategi tersebut, pihaknya berharap dapat menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan nilai tambah bagi konsumen.
“Kami tidak bisa hanya menunggu Harga turun. Harus ada alternatif yang menjaga biaya, sekaligus memberi pengalaman baru bagi pelanggan,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

