DAD Archery Club Gondol Juara Umum Kejuaraan Panahan Internasional ASCI Open 3

DAD Archery Club yang bermarkas di Jakarta Selatan berhasil menggondol juara umum di Kejuaraan Panahan Internasional ASCI Open 3. 

DAD Archery Club Gondol Juara Umum Kejuaraan Panahan Internasional ASCI Open 3
Atlet-atlet panahan dari DAS Archery Club meraih 10 medali emas, 4 medali perak, dan 10 medali perunggu Kejuaraan Panahan Internasional ASCI Open 3. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - DAD Archery Club yang bermarkas di Jakarta Selatan berhasil menggondol juara umum di Kejuaraan Panahan Internasional ASCI Open 3. 

Atlet-atlet panahan dari DAS Archery Club meraih 10 medali emas, 4 medali perak, dan 10 medali perunggu Kejuaraan Panahan Internasional ASCI Open 3.

Ketua DAD Archery Club Purnawan Budi Raharjo mengucapkan syukur atas raihan juara umum di Kejuaraan Panahan Internasional ASCI Open 3 yang digelar di di Lapangan Baseball Japanese Club, Sentul City, Babakan Madang Kabupaten Bogor.

"Alhamdulillah, raihan juara umum ini bukan karena kirmta yang paling hebat, tetapi karena anugerah dari Allah SWT, karena yang terpenting itu anak-anak itu latihan dengan serius dan juga dengan adanya kejuaraan bisa menambah dan bersilaturrahmi dengan teman-teman," ucap Purnawan, Senin 16 Februari 2026.

Purnawan menuturkan, latihan yang dijalani atletnya seperti latihan fisik, mental dan juga pengenalan alat panahan.

"Atlet panahan yang tergabung dalam DAD Archery Club diwajibkan konsisten, latihan dengan disiplin dan ikuti arahan program dari club. Tidak ada paksaan, kesadaran dalam berlatih yang serius harus muncul dari dalam hati mereka," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Panahan Internasional ASCI Open 3 Fatih Rayhan mengatakan ajang internasional itu berjalan sangat lancar

Atlet panahan dari Singapura dan India pun menjadi pesaing ketat bagi atlet dari Indonesia.

"Atlet panahan dari Indonesia alhamdulillah bisa menang dari atlet negara lainnya. Seperti dari Singapura dan India yang dalam nomor pertandingan bisa merauh medali emas, dan pertandingan lainnya  berlangsung cukup ketat hingga selisih pointnya hanya 1 saja," kata Fatih Rayhan.


Editor : Doni Ramdhani