Daddy Rohanady Nantikan Sepak Terjang Pemprov Urai Masalah Sampah di Jawa Barat
Tak dapat dipungkiri, persoalan sampah selalu menjadi probematika masyarakat, termasuk di Jawa Barat. Penanganan yang belum optimal dalam pengelolaannya, kerap menyisakan masalah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Tak dapat dipungkiri, persoalan sampah selalu menjadi probematika masyarakat, termasuk di Jawa Barat. Penanganan yang belum optimal dalam pengelolaannya, kerap menyisakan masalah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sadar betul akan hal ini, contohnya ketika Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat mengalami masalah. Maka dipastikan terjadi penumpukan sampah di Bandung Raya dan sekitarnya. Ini pun berlaku pada kawasan lain di Jabar, seperti ketika TPA Cipayung menghadapi kendala.
Maka dari itu Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady berharap, penanganan akan permasalahan ini dapat segera teratasi. Tidak hanya melalui TPPAS Legok Nangka bagi kawasan Bandung Raya plus Kabupaten Sumedang dan Garut, ataupun TPPAS Lulut Nambo untuk Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Namun juga diharapkan segera direalisasikan TPPAS Ciwaringin untuk kawasan Ciayumajakuning.
Apalagi kata dia, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan belum memiliki TPPAS regional terpadu guna menuntaskan persoalan sampah di daerah mereka.
“Kita harapkan TPPAS Regional Ciwaringin ini dapat dibangun secara paralel dengan Lulut Nambo dan Legok Nangka. Ya walaupun belum satu pun yang rampung. Sebab sangat dibutuhkan untuk mengatasi sampah di wilayah Ciayumajakuning,” kata Daddy baru-baru ini.
Mau tidak mau kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus bergerak cepat dalam mengurai persoalan ini. Sebab, sampah adalah bom waktu yang dapat membuncah bila tidak segera ditangani secara cepat dan efektif.
“Suka atau tidak, masalah ini harus disegerakan untuk ditangani. Tidak bisa menunggu,” ucapnya.
Selain itu, peran serta dari masyarakat untuk mengurangi sampah tutur Daddy sangat diperlukan. Sebab bila tidak disertai dengan kontribusi masyarakat, sekeras apapun usaha dari pemerintah, akan berujung sia-sia. Mengingat masalah sampah kata dia, dibutuhkan kolaborasi dalam penanganannya.
“Serta tentu saja masyarakat harus membantu dan mendukung. Salah satunya dengan mengurangi sampah rumah tangga dan mengurangi pemakaian plastik. Kalau enggak begitu, ya repot juga. Segede apapun TPPAS yang dibuat, pasti cepat penuh kalau kesadaran untuk sama-sama menjaga masih kurang,” tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

