Dalam Sehari, Dua Massa Gelar Aksi di KPU dan Bawaslu Bandung Barat
Sejumlah aksi dengan melibatkan ratusan massa terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kurun waktu yang bersamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah aksi dengan melibatkan ratusan massa terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kurun waktu yang bersamaan.
Jika Aliansi Masyarakat Bandung Barat mendatangi kantor KPU KBB, lain hal dengan Forum Masyarakat Bandung Barat yang membawa ratusan massa ke Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung Barat.
Pantauan di lokasi, kedatangan massa yang didominasi emak-emak itu untuk menggelar aksi doa dan salawat bersama di depan Kantor Bawaslu dan berharap tahapan rekapitulasi Pilkada berjalan lancar serta para calon kalah diberi rasa lapang dada terhadap hasil pemilu.
massa yang datang ke kantor Bawaslu menggunakan kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Mereka mulai berkumpul di depan Bawaslu sekitar pukul 09:00 WIB dengan dresscode baju muslim warna putih.
Setelah berkumpul, perwakilan massa pun menggelar orasi lalu ditutup dengan solawat, tawasul, dan doa bersama.
Koordinator Forum Masyarakat Bandung Barat, Agus Listiawan menuturkan, aksi doa bersama ini bertujuan pelaksanaan Pilkada di Bandung Barat berjalan aman lancar serta para penyelenggara pemilu diberikan kesehatan dan dijauhkan dari intervensi pihak manapun.
Bagi para peserta Pilkada yang kalah torehan suara, sambung Agus, diharapkan bisa berlapang dada dan bisa ikut memajukan Bandung Barat tanpa harus jadi kepala daerah.
"Saya berharap bagi yang kalah itu jangan patah semangat. Untuk ke depan masih bisa memajukan Bandung Barat tanpa harus jadi pemimpin. Saya yakin para calon ini lapang dada," kata Agus saat ditemui, Selasa 3 Desember 2024.
Agus mengaku bersyukur lantaran pasangan Jeje-Asep bisa menang telak hasil torehan suara di Bandung Barat. Dirinya berharap keduanya bisa menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Selain itu, pihaknya berharap keduanya bisa merangkul para paslon yang kalah dalam Pilkada.
"Paslon nomor 2 Alhamdulillah menang. Mudah-mudahan beliau bisa memimpin masyarakat dan membawa kemajuan, kesejahteraan, serta merangkul semua elemen termasuk para paslon yang kemarin ikut kontestasi," jelasnya.
"Pilkada telah usai, mari bersatu kembali. Calon yang menang harus memimpin dengan baik, yang kalah juga semoga sehat dan tak henti memajukan Bandung Barat," sambungnya.
DIsinggung terkait adanya dugaan tindak politik uang serta pelanggaran netralitas aparat, terang Agus, relawan pendukung Jeje Govinda menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Mereka mempersiapkan para pendukung paslon lain untuk demonstrasi karena hal itu dijamin undang-undang.
"Boleh menyampaikan aspirasi, asal dalam koridor hukum, itu hak merka. Jangan memaksa diri, semua ada aturannya. Mari percayakan ke Bawaslu, KPU, dan aparat penegak hukum lainnya. Kalau lembaga ini tak dipercaya, partisipasi masyarakat bakal turun," tandasnya.
Diketahui, selama masa kampanye hingga hari pencoblosan. Bawaslu telah menangani 13 perkara pelanggaran pemilu mulai dari kasus dugaan netralitas, pemakaian fasilitas negara, hingga politik uang. Dari belasan kasus itu, sebanyak 3 kasus pelanggaran pidana pemilu dinyatakan rampung dan tak memenuhi unsur pidana.
Sedangkan untuk kasus dugaan politik uang, Bawaslu telah menangani 10 kasus dengan rincian 8 hasil laporan dan 2 hasil penelusuran. Kasus ini terjadi di Kecamatan Lembang, Cipongkor, Cihampelas, Cililin, dan Padalarang. Bawaslu berkomitmen bekerja profesional dan mentaati regulasi.***
Editor : JakaPermana

