Dalil Larangan Perempuan Haid Beribadah

Dalam Islam perempuan memiliki keistimewaan dalam hal pahala dari ibadah. Perempuan Haid tetap mendapatkan pahala

Dalil Larangan Perempuan Haid Beribadah
Ilustrasi/ Dalil Larangan Perempuan Haid Beribadah

INILAH KORAN, Bandung – Perempuan memiliki siklus khusus yang biasa datang setiap bulan berupa keluarnya darah kotor.

Hal tersebut dinamakan haid. Dalam Islam perempuan memiliki keistimewaan dalam hal pahala dari ibadah.

Dimana Perempuan Haid tetap mendapatkan pahala meskipun tidak menjalani ibadah tersebut.

Baca Juga: Matangkan BLUD di SMK dan SMA, DPRD Jabar Datangi Disdik DKI Jakarta

Namun ada juga hal-hal yang dilarang dilakukan perempuan haid.

Berikut ini dalil dan hadist larangan tersebut,

لاَأُحِلُّ الْمَسْجِدُ ِلحَائِضٍُ وَلا َجُنُبٍ

“Aku tidak menghalalkan masjid untuk wanita yang haidh dan orang yang junub.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud no.232)

Baca Juga: Lirik Lagu​ Risalah Hati – Pamungkas

لاَ تَقرَأِ الْحَا ءضُ َوَلاََ الْجُنُبُ شَيْئًا مِنَ الْقُرْانِ

“Orang junub dan wanita haid tidak boleh membaca sedikitpun dari Al Qur’an.” (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi)

لاَّ يَمَسَّةُ إِلاَّ الْمُطَهَّرُونَ

Artinya:

“Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.” (QS. Al Waqi’ah: 79)

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Minta Diskar PB Segera Susun Data Potensi Bencana

إِنَّهُ لَقُرْءَانٌ كَرِيْمٌ فِي كِتَابٍ مَّكْنُو نٍ لاَّ يَمَسَّهُ إِلاَّ الْمُطَهَّرُونَ تَتِريلٌ مِّن رَّبِّ الْعَا لَمِينَ

Artinya:

“Sesungguhnya Al qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia pada kitab yang terpelihara. Tidak menyentuhya kecuali (hamba-hamba) yang disucikan. Diturunkan oleh Robbul ‘Alamin.” (QS. Al Waqi’ah: 77-80).

Larangan tersebut apabila tidak dilakukan akan mendapat pahala dan mendapat dosa atas perbuatannya.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran