Damkar Bandung Kekurangan 200 Personel
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Api tak selalu datang dengan tanda-tanda besar. Terkadang, ia bermula dari kompor yang ditinggalkan saat memasak, selang gas yang sudah usang, atau instalasi listrik yang luput diperiksa. Dari hal-hal sederhana itu, kebakaran bisa membesar dan mengancam keselamatan warga.
Mencegahnya sebelum terlambat menjadi pekerjaan yang terus didorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan keterbatasan personel. Dari kebutuhan ideal 500 orang, jumlah petugas yang tersedia saat ini baru sekitar 300 orang.
Kepala Bidang Pencegahan Diskarmatan Kota Bandung, Adhli Al Afwan Izwar, mengatakan pencegahan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat dibutuhkan agar potensi bahaya dapat dikenali lebih awal, sebelum berubah menjadi musibah.
“Selama ini kalau melihat atau mendengar tentang pemadam kebakaran, konteksnya lebih kepada memadamkan api. Sekarang kami ingin mengubah paradigma, bahwa pemadam kebakaran seharusnya hadir sebelum permasalahan kebakaran terjadi. Itulah tujuan kami di bidang pencegahan,” kata Adhli, Sabtu (24/10).
Dengan jumlah penduduk Kota Bandung sekitar 2,5 juta jiwa, kebutuhan ideal personel pemadam kebakaran mencapai 500 orang. Perhitungan itu mengacu pada rasio satu petugas untuk setiap 5.000 penduduk. Ketersediaan sekitar 300 personel membuat jangkauan pencegahan perlu diperkuat melalui keterlibatan warga.
Salah satu langkah yang dikembangkan ialah pembentukan relawan pemadam kebakaran (Redkar). Relawan diharapkan menjadi bagian dari upaya pencegahan di lingkungan masing-masing, mulai dari memberikan edukasi, memetakan potensi bahaya, hingga memeriksa sarana dan prasarana kebakaran.
Keterlibatan warga dinilai penting karena masyarakat menjadi pihak yang paling dekat dengan berbagai risiko di lingkungan permukiman. Informasi mengenai potensi bahaya pun diharapkan bisa diketahui lebih cepat dan diteruskan kepada petugas untuk ditindaklanjuti.
“Peran relawan dibutuhkan, agar upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada jangkauan petugas dinas. Dengan keterlibatan warga, informasi mengenai potensi bahaya kebakaran di lingkungan permukiman diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti secara tepat,” ujarnya.
Diskarmatan juga menguji pendekatan berbasis kewilayahan dengan menempatkan satu personel penghubung di setiap kecamatan. Uji coba dilakukan di Kecamatan Sukasari dan Bojongloa Kidul untuk memperkuat koordinasi antara dinas, kecamatan, kelurahan, dan masyarakat.
(yogo triastopo/gin)
Editor : Inilahkoran
