Kebakaran Hebat di Bogor Tengah:Api Membara Ruko Merana

LIMA ruko di Jalan Suryakencana, Bogor, terdampak kebakaran. Dugaan korsleting dan material mudah terbakar menjadi sorotan.

Kebakaran Hebat di Bogor Tengah:Api Membara Ruko Merana
KEBAKARAN RUKO: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau lokasi kebakaran rumah toko (ruko) Jalan Suryakencana, Minggu (25/10). Dalam kejadian tersebut, lima ruko hangus dilalap si jago merah. Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Kota dan Kabupaten Bogor dikerahkan untuk menjinakkan api.(INILAH/ RIZKI MAULUDI )

Oleh : Rizki Mauludi 

Api menjalar cepat di antara deretan ruko Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Minggu (25/10) dini hari. Material plastik di dalam toko sepeda dan mainan anak-anak diduga membuat kobaran membesar hingga berdampak pada lima ruko.

Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 01.30 WIB itu membuat petugas pemadam kebakaran harus berjibaku menaklukkan api di kawasan padat bangunan. Sebanyak 15 unit mobil pemadam dikerahkan, terdiri atas sembilan unit dari Kota Bogor dan enam unit bantuan dari Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor Agung Prihanto mengatakan, api pertama kali muncul dari ruko yang menjual sepeda dan mainan anak-anak. Banyaknya bahan berbasis plastik membuat api cepat merambat ke bangunan lain.

“Karena banyak material berbahan plastik, api dengan cepat menyebar,” kata Agung.

Petugas menghadapi tantangan saat memadamkan api, terutama pada ruko bagian tengah yang memiliki empat lantai. Material yang mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama, sementara akses masuk juga terhalang pintu rolling door dan jeruji besi.

Kendala tersebut turut dirasakan saat petugas berupaya menembus bagian bangunan yang terbakar. Bahkan, gergaji mesin yang digunakan sempat patah.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang meninjau lokasi mengatakan, dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Kondisi instalasi kabel yang diduga sudah tua dan kurang terawat menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Dedie mengingatkan pemilik bangunan, terutama ruko-ruko tua di kawasan Suryakencana, agar memeriksa instalasi listrik untuk mengurangi risiko kebakaran.

Selain dugaan korsleting, keberadaan sepeda listrik dengan baterai di toko yang pertama terbakar juga diduga mempercepat proses pembakaran. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Di tengah upaya pemadaman, penghuni yang tinggal di bagian belakang ruko berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Meski demikian, kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik dan kewaspadaan terhadap material mudah terbakar, khususnya di bangunan usaha yang sudah berusia tua. (gin)


Editor : Inilahkoran