Ketika Obat Sulit Terjangkau
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Bagi seorang ibu, sakit yang diderita anaknya sudah cukup membuat hati gelisah. Namun, ketika pengobatan membutuhkan biaya yang sulit dijangkau, kecemasan itu berlipat ganda.
Situasi inilah yang dialami seorang ibu dengan bayi berusia tiga bulan yang membutuhkan obat, tetapi terkendala pembiayaan.
Keluhannya kemudian disampaikan melalui video yang beredar di media sosial. Dia mempertanyakan kebijakan layanan kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi warga yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, terutama ketika obat yang dibutuhkan anaknya tidak dapat diklaim melalui program tersebut.
Dalam keterangannya, sang ibu mengaku telah mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk memastikan kemungkinan memperoleh bantuan. Pihak rumah sakit disebut menyatakan layanan tersebut bisa diakses, tetapi ia harus terlebih dahulu mengurusnya ke Dinas Kesehatan.
"Terus abi coba ngajukeun ka RSHS dan ti RSHS saurna tiasa, tapi kedah ka Dinas Kesehatan heula (Terus saya coba ajukan ke RSHS dan dari RSHS katanya bisa, tapi harus ke Dinas Kesehatan dulu)," kata ibu tersebut, dikutip dari akun media sosial Dedi Mulyadi, Minggu (25/10).
Aduan itu menjadi gambaran tentang tantangan yang dihadapi masyarakat ketika membutuhkan pengobatan, tetapi belum memahami sepenuhnya jalur pelayanan dan pembiayaan yang tersedia.
Di sisi lain, persoalan tersebut menjadi ujian bagi kebijakan pemerintah dalam memastikan bantuan kesehatan benar-benar dapat diakses warga yang membutuhkan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keluhan tersebut dengan memastikan Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Raden Vini Adiani Dewi, akan menindaklanjutinya.
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran
