Pulo Geulis Miliki Jembatan Lebih Layak
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Kampung Pulo Geulis di tengah aliran Sungai Ciliwung, mengandalkan jembatan sebagai penghubung kehidupan sehari-hari. Jalur yang sebelumnya sempit dan kurang tertata itu kini kembali bisa dilintasi setelah direhabilitasi Pemerintah Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama anak-anak meresmikan penggunaan kembali jembatan di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (24/10) siang.
Perbaikan yang dilakukan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor tersebut diharapkan memudahkan mobilitas warga di kawasan permukiman padat itu.
Bagi masyarakat Pulo Geulis, jembatan bukan sekadar bentangan penghubung antarlokasi. Keberadaannya menjadi akses penting menuju jalan raya, sekaligus penopang aktivitas sosial dan ekonomi warga yang tinggal di tengah aliran sungai.
Ketua RW 04 Kelurahan Babakan Pasar Hamzah mengatakan, gagasan rehabilitasi jembatan bermula dari kunjungan Dedie ke kawasan tersebut. Dalam pertemuan itu, aspirasi warga mengenai kondisi jalan dan jembatan disampaikan hingga akhirnya ditindaklanjuti.
“Awalnya jembatan ini sempit, jalannya juga amburadul. Pak Wali bilang ke saya, Pak RW ini harus dibetulkan jalannya dan diperlebar. Alhamdulillah terealisasi,” kata Hamzah.
Perbaikan tersebut disambut baik warga karena dinilai dapat mendukung pengembangan Pulo Geulis sebagai kampung wisata etnik. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan membuat kawasan itu semakin nyaman diakses, baik oleh warga maupun pengunjung.
Rehabilitasi jembatan menjadi bagian dari pembenahan sarana dan prasarana di Pulo Geulis. Dedie mengatakan, Pemkot Bogor juga memberikan perhatian melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), termasuk dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi, serta pembenahan fasilitas publik.
Selain jembatan, penataan kawasan mencakup pengerjaan stamp concrete atau beton bertekstur dan perbaikan drainase. Berbagai pembenahan itu diharapkan membuat lingkungan permukiman lebih rapi dan nyaman bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, jembatan sudah, stamp concrete sudah, perbaikan drainase juga sudah. Ini tentunya menjadi simbol kebersamaan,” ujar Dedie.
(rizki mauludi/gin)
Editor : Inilahkoran
