INILAHKORAN,
cimahi - Dinas Pemadam
kebakaran Kota
cimahi mencatat sepanjang tahun 2022 jumlah kasus
kebakaran yang terjadi di wilayahnya mencapai 39 kasus.
Akibat banyaknya kasus
kebakaran di Kota
cimahi dinilai menjadi alarm yang harus diwaspadai masyarakat. Pasalnya, meningkatnya kasus tersebut dipicu korsleting listrik yang acap kali dianggap hal sepele.
"Sejak 1 Januari hingga 28 Desember 2022 tercatat ada 39 kasus
kebakaran yang diakibatkan korsleting listrik," ujar Kepala Bidang
Damkar dan Penyelamatan pada Satpol PP dan
Damkar Kota
cimahi, Uus Supriyadi kepada wartawan, Jumat 30 Desember 2022.
Menurutnya, berdasarkan analisa data tersebut diketahui masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana cara menginstalasi listrik yang aman.
Alhasil, masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan instalasi listrik yang sesuai standar.
"Akibat instalasi listrik yang asal-asalan kerap menimbulkan korsleting listrik yang secara otomatis mengeluarkan percikan api, sehingga terjadi
kebakaran," tuturnya.
Selain itu, lanjut dia, penggunaan terminal listrik yang berlebihan pun kerap dianggap hal biasa. Padahal, hal itu juga menjadi faktor pemicu korsleting listrik.
"Melihat faktor dan data tersebut menjadi indikator bahwa tingkat
kebakaran di Kota
cimahi masuk dalam kategori rawan bahaya. Sehingga, hal itu menjadi alarm bahaya bagi masyarakat untuk lebih telaten dan berhati-hati," bebernya.
Bahkan, sambung dia, ini harus jadi catatan bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya
kebakaran di Kota
cimahi.
"Oleh karenanya, Dinas
kebakaran Kota
cimahi selalu terbuka untuk memberikan pelatihan pencegahan
kebakaran. Jadi, silakan kontak kami," ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, jelang perayaan Tahun Baru 2023 ini sangat penting agar masyarakat bisa lebih peka dan sadar akan bahaya
kebakaran. Sebab, kelalaian kerap kali memicu tingkat
kebakaran tinggi.
"Perlu diperhatikan jika menyulut kembang api harus di lapangan terbuka dan jangan dinyalakan di kawasan permukiman. Karena, bisa saja kembang api berbelok arah menuju hunian," ujarnya.
Ia menambahkan, meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya
kebakaran menjadi hal yang wajib dilakukan, mengingat tingkat
kebakaran di Kota
cimahi cukup tinggi.
"Jadi, masyarakat harus lebih waspada terhadap potensi dan bahaya
kebakaran dan mengacu pada catatan angka
kebakaran sepanjang tahun 2022, semua pihak harus lebih waspada," pungkasnya.*** (agus satia negara)