Dandan-Arif Siap Lanjutkan Perjuangan Ateng Wahyudi, Siapkan II Komitmen Pembangunan
Kuat mengakarnya jejak langkah Ateng Wahyudi yang mampu membawa Kota Bandung menjadi daerah yang diperhitungkan di kancah nasional, menjadi energi dan motivasi tambahan bagi Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung- Sebagai putra dari Ateng Wahyudi, Dandan pun mengaku sangat bersyukur melihat bagaimana kerinduan masyarakat Kota Bandung terhadap sosok ayahnya tersebut. Hal itupula yang semakin mendorong langkahnya untuk dapat melanjutkan perjuangan sang ayah, Ateng Wahyudi melalui 11 komitmen atau program yang ditawarkan bagi warga Kota Bandung.
Menurut Dandan, dengan visi mewujudkan Bandung sebagai Kota Jsa yang Agamis, Sejahtera, Inovatif,Kolaboratif serta Maju dan Berkelanjutan, dirinya bersama Arif Wijaya menyiapkan 11 komitmen bagi warga Kota Bandung.
Melalui penjabaran misi Bandung Asikk, menurut Dandan komitmen pertama dalam 11 komitmen tersebut adalah mewujudkan masyarakat Kota Bandung yang religius dan toleran, menghargai keberagaman dan memiliki karakter kesholehan sosial yang kokoh melalui peningkatan perlindungan dan jaminan sosial daerah guna memastikan seluruh masyarakat mendapat kebutuhan dasar yang layak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Pada komitmen pertama ini kami menitik beratkan isu strategis pada keagamaan dan jaminan perlindungan sosial daerah, melalui 11 program yang juga disiapkan seperti meningkatkan kesejahteraan pendidikan agama dan pengelola rumah ibadah, penanganan kemiskinan ekstrim dan program-program lainnya." ungkap Dandan kepada INILAH KORAN, Senin 7 Oktober 2024.
Komitmen kedua lanjut Dandan, menguatkan nilai- nilai budaya yang akan membangun karakter unggul
dalam kehidupan masyarakat. Komitmen kedua tersebut dijabarkan dalam tiga program antara lain, edukasi pemajuan kebudayaan berbasis sekolah atau muatan lokal (mulok), aktivasi ruang-ruang publik sebagai area pertunjukan budaya, dan revitalisasi ruang event budaya yang berkelanjutan dan
menjadi daya dukung industri kreatif dan pariwisata Kota Bandung. "Komitmen ketiga adalah memperkuat perlindungan hak perempuan dan anak untuk menciptakan
masyarakat yang lebih adil dan setara," tambahnya.
Keempat meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah Kota Bandung. Kelima meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan
terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, serta menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan
berkualitas guna mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dandan menambahkan, dalam bidang lingkungan, pihaknya pun menjabarkan komitmen ketujuh yakni mendorong pelestarian lingkungan yang berkelanjutan untuk memastikan keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan ekologi.
Pada komitmen ketujuh ini, menurut Dandan terdapat beberapa program strategis yang diharapkan mampu mengurai persoalan di Kota Bandung seperti program mengatasi sampah, banjir, dan polusi udara.
Untuk komitmen selanjutnya atau ke delapan adalah mengembangkan infrastruktur, tata ruang, dan
transportasi publik yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Beberpa programnya antara lain Wifi gratis di ruang publik untuk mendukung program digitalisasi, menyediakan layanan transportasi masal antar moda dengan rute yang terintegrasi & tarif yang terjangkau, revitalisasi area pedestrian Kota Bandung agar ramah pejalan kaki dan difabel, menyiapkan ruang untuk bumper forest sebagai daya dukung lingkungan dan menjaga keseimbangan daya dukung kota.
Kemudian meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan pelayanan publik yang efektif, mewujudkan transformasi ekonomi kreatif yang inklusif
dan berdaya saing, dan mewujudkan keamanan dan ketertiban umum yang kondusif sebagai fondasi pembangunan daerah.
Sementara itu, secara terpisah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai misi dan visi Pasangan Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah Dandan-Arif paling relevan dalam menjawab persoalan Kota Bandung. Hal itu sampaikan AHY melalui Ketua Harian Tim Gabungan Pemenangan Dandan-Arif yang juga Pengurus Partai Demokrat Jabar, Ahmad Bajuri.
Bajuri yang juga relawan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk Pilgub Jabar mengatakan, Ketum AHY mengapresiasi pasangan Dandan-Arif karena dengan cermat mampu merumuskan misi dan visi untuk Kota Bandung secara relevan dan akurat. Misi dan visi Pasangan Dandan-Arif, dinilai sangat dilandasi kondisi empiris dan ilmiah.
Selain itu, kata AHY, dalam menghadapi perhelatan politik Pilkada, AHY juga berharap dalam Pilkada serentak baik Pilgub, Pilbup dan Pilwalkot, semua kader bisa berjuang memenangkan pasangan yang diusung Partai Demokrat khususnya di Jabar.
"Mari berjuang agar pasangan yang kita usung, Kang Dandan dan Kang Arif bisa memenangkan pemilihan walikota di Kota Bandung, dan bisa membawa segala aspirasi masyarakat Kota Bandung," ujar Bajuri menyampaikan pernyataan AHY di acara Tasyakuran di kediaman Cikeas, Bogor, akhir pekan lalu.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Malarangeng meminta seluruh kader untuk bekerja keras dalam memenangkan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 1, Dandan Riza Wardana - Arif Wijaya.
Andi pun mengaku optimistis dengan paslon yang diusung PDIP dan Partai Demokrat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandung 2024 itu. Pasalnya, Dandan memiliki segudang pengalaman sebagai birokrat di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung yang disandingkan dengan kader muda dari Partai Demokrat yang memiliki pengalaman di bidang kemanusiaan, yaitu Arif Wijaya.
"Makanya semua kader Partai Demokrat harus terus berjuang bergerak di lapangan menemui masyakarat. DPC, PAC, Ranting dan para Caleg, kompak dan solid," tutur Andi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (7/10). Lebih lanjut, Andi pun mengapresiasi tren kenaikan elektabilitas serta popularitas paslon Dandan-Arif. Menurutnya, kenaikan tersebut tak lepas dari perjuangan para kader di lapangan. "Mungkin karena semakin banyak masyarakat yang tahu tentang hal-hal paslon," ujar Andi.***
Editor : Ghiok Riswoto

