Dari Kuwait Terbang ke Bogor, Teguh Temukan Jasad Andini di RSUD Ciawi
Ayah Andini siswi SMP IT Al-Hikmah yang berada di Curug Kembar langsung turun menuju Batulayang saat mendengar kabar jasad anaknya sudah ditemukan oleh TIM SAR
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ciawi – Teguh Pranoto ayah kandung Andini Azzahra Putri siswi kelas IX SMP IT Al- Hikmah Kota Depok langsung turun dari Curug Kembar ke Desa Batulayang setelah menerima kabar jasad anaknya ditemukan di Sungai Cigamenung, Kabupaten Bogor.
"Saya tadi langsung turun dari Curug Kembar, pasca kabar penemuan jasad (Andini) di Kampung Batu Kasur, Desa Batulayang, Cisarua," kata Teguh Pranoto kepada wartawan di Gedung F2 Forensik dan Diklat RSUD Ciawi kepada wartawan, Senin 17 Oktober 2022.
Usai divisum, tutur Teguh Pranoto. Jasad anak semata wayangnya bersama Novia Nur Agustina akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kelapa Dua, Kota Depok.
"Rencananya akan dimakamkan di TPU dekat rumah kakeknya di Klapa Dua, Kota Depok," tutur Agus Pranoto.
Ia menjelaskan mendapatkan kabar anak perempuannya meninggal dunia pada Rabu malam waktu Kuwait atau Kamis pagi pukul 06.00 WIB. Setelah mendapatkan kabar itu, ia pun langsung membeli tiket pulang ke Indonesia.
"Sehari sebelum keberangkatan anak ceeita mau latihan dasar kepemimpinan di sekolahnya, saya pun berdoa agar ia berhasil melaksanakan ujian dan kegiaran lainnya serta dilindungi oleh Allah SWT. Ternyata pada Rabu malam waktu Negara Kuwait, ada kabar dari keluarga bahwa Andini hanyut, hingga Kamis pagi waktu Kuwait saya langsung beli tiket pesawat ke Indonesia untuk selanjutnya ke lokasi pencarian," jelasnya.
Teguh menambahkan ketika Kamis pagi waktu Negara Kuwait, dirinya mencium harum bunga melati (Ia merasa ada kehadiran anaknya).
Dalam pencariannya ke Curug Kembar, ia mengaku track atau medan ke sana terbilang terjal dan tak cocok untuk anak usia SMP.
"Saya aja ga sanggup karena dari loket, jauhnya luar biasa ke Curug Kembar. Saya juga melihat bekas jejak pelajar SMP IT Al Hikmah di pinggir Sungai Cigamenung dan bekas ketinggian air serta sampah di lokasi kejadian. Saya tak tega membayangkan ketika anak hanyut," tambah Teguh.
Mengenai apakah dirinya melaporkan pihak sekolah atau lainnya terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan anak perempuannya meninggal dunia, pria yang berprofesi sebagai Perawat di Negara Kuwait ini pun menyerahkan kepada keluarga.
"Saya pribadi menyerahkan kepada keluarga atau akan dirundingkan terlebih dahulu, saat ini saya belum fokus ke arah sana," tukasnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti

