Dari TPA Terbengkalai, Pemkot Cimahi Amankan 11 Hektare eks Leuwigajah untuk Konservasi
Pemkot Cimahi telah memasang patok pertanda kepemilikan lahan di bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, menandai langkah awal pengembangan kawasan konservasi seluas 11 hektare yang bakal diubah menjadi rimba kota.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemkot Cimahi telah memasang patok pertanda kepemilikan lahan di bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, menandai langkah awal pengembangan kawasan konservasi seluas 11 hektare yang bakal diubah menjadi rimba kota.
Lahan yang pernah menyaksikan longsor maut tahun silam kini ditargetkan menjadi area hijau yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi, Harjono menjelaskan, fokus pihaknya saat ini adalah mengamankan aset 11 hektare tersebut yang menjadi bagian wilayah Cimahi.
Sisa lahan di kompleks eks TPA Leuwigajah dikontrol oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung.
"Lahan ini sudah terbengkalai sejak longsor yang menelan lebih dari 100 jiwa. Kita sudah pasang patok dan batas untuk menandai wilayah yang menjadi milik Kota Cimahi," ujar Harjono belum lama ini.
Sebelum membangun kawasan konservasi, Pemkot Cimahi bakal menyelesaikan proses legalitas lahan sebelum Februari 2026, termasuk pendaftaran sertifikat.
Menurutnya, langkah ini ditujukan untuk mencegah penyerobotan lahan yang kerap terjadi di area terbengkalai.
"Ini sudah ditetapkan sebagai rimba kota, jadi kita harus amankan dulu asetnya sebelum diserobot. Legal formalnya harus selesai cepat agar pembangunan bisa segera dimulai," jelasnya.
Harjono menyebut, rencana pengembangan kawasan ini tidak hanya sebatas konservasi. Lahan bekas TPA akan dipenuhi tanaman keras sehingga berfungsi sebagai area resapan air yang membantu mengurangi risiko banjir dan longsor.
Selain itu, kawasan hijau ini juga diharapkan dapat menunjang pengembangan wisata budaya Kampung Adat Cireundeu yang terletak bersebelahan.
"Kampung Adat Cireundeu punya potensi wisata yang besar. Dengan adanya rimba kota ini, harapannya wisatawan lebih banyak datang dan ekonomi masyarakat sekitar juga ikut meningkat," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

