DBD Serang Puluhan Warga Cimahi dan KBB
Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang puluhan warga Cimahi dan Bandung Barat. Hingga Kamis (17/1) sebanyak 59 pasien DBD dirawat inap di RSUD Cibabat Kota Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cimahi - Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang puluhan warga Cimahi dan Bandung Barat. Hingga Kamis (17/1) sebanyak 59 pasien DBD dirawat inap di RSUD Cibabat Kota Cimahi.
Direktur RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi menyebutkan saat ini jumlah pasien yang dirawat sebanyak 59 orang. Mereka masuk bertahap dari Selasa (14/1/2019) hingga Kamis ini, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
"Totalnya ada 59 pasien, baik dari Cimahi, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan Kota Bandung," katanya.
Mereka yang masuk RSUD Cimahi, di antaranya dari kota Cimahi sekitar 34 orang, Cimahi Utara 17, Cimahi Selatan 9 dan Cimahi Tengah 8 orang. Lainnya KBB ada 21 orang dan Kota bandung 4 orang. Sementara kabupaten Bandung tidak ada.
Pihaknya siap membantu menangani pasien yang terserang penyakit DBD dan menyiapkan ruangan tambahan untuk pasien. Bahkan, sudah menyiapkan sebanyak 30 kasur manakala terdapat kembali pasien yang datang karena terserang penyakit DBD.
Menurutnya, upaya yang dilakukan untuk memutus rantai penyakit DBD berada di lingkungan. Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan kepada keluarga pasien agar memberitahu aparat setempat untuk mencegah penyebaran DBD.
"Jangan di ujung (pencegahan di rumah sakit). Jangan sampai terjadi lagi, lebih banyak diedukasi," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini jumlah pasien relatif belum banyak namun berdasarkan statistik nasional banyaknya pasien karena merupakan siklus 5 tahunan. Dia pun mendorong Dinas Kesehatan Kota Cimahi untuk melakukan penyuluhan.
Salah seorang pasien, Siska Trisila (20) warga Gadobangkong, Bandung Barat terserang penyakit DBD sejak Senin (14/1). Ia yang ditemani oleh ibunya, mengaku gejala yang dirasakan pertama kali yaitu panas dan pusing.
Menurutnya, dirinya sempat berobat ke dokter di klinik Selasa pagi. Namun, kondisinya semakin parah sebab di bagian kepala terasa pusing. Hingga akhirnya ia memutuskan berobat ke RSUD Cibabat Rabu malam.
"Tadinya mau berobat aja tapi ternyata harus dirawat. Sekarang pusing dan panasnya masih," katanya.
Dirinya mengaku di lingkungan rumahnya tidak ada air yang tergenang sehingga cukup kaget ketika mengetahui terserang penyakit DBD.
Bahkan, saudara Siska yang masih duduk di bangku kelas 4 SD juga di rawat di RSUD Cibabat karena terserang penyakit DBD. Lokasi rumahnya dengan Siska, menurutnya terhalang oleh empat rumah
Editor : inilahkoran

