DBMPR Jabar Siagakan Tim Darurat dan Pasang Rambu di Jembatan Rawan
Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan di ruas jalan provinsi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menjelang arus Mudik Lebaran 2026, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan di ruas jalan provinsi.
Salah satu fokus utama adalah pengamanan titik-titik infrastruktur yang dinilai rawan, terutama jembatan dan ruas jalan yang masih minim penerangan.
Kepala DBMPR Jawa Barat, Agung Wahyudi mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang membutuhkan pengawasan khusus selama periode mudik. Dari hasil identifikasi tersebut, terdapat puluhan jembatan yang masuk kategori rawan dan memerlukan langkah antisipatif.
Sebanyak 36 jembatan di berbagai ruas jalan provinsi di Jawa Barat tercatat memiliki tingkat kerawanan tertentu. Untuk mengantisipasi potensi gangguan yang bisa menghambat kelancaran arus mudik, DBMPR menyiagakan berbagai sumber daya di lapangan.
“Kami mencatat ada 36 jembatan rawan di ruas jalan Provinsi. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kami menyiagakan Tim URC Bima Sakti, 19 lokasi Disaster Response Unit (DRU), serta dukungan peralatan termasuk enam unit jembatan Bailey untuk penanganan kondisi darurat,” ujar Agung, Senin 9 Maret 2026.
Selain menyiapkan tim respons cepat, DBMPR juga memasang rambu peringatan di sejumlah titik jembatan yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi. Di lokasi tersebut, pembatasan muatan kendaraan angkutan juga diterapkan guna mencegah beban berlebih yang berpotensi membahayakan struktur jembatan.
“Pada jembatan yang memiliki tingkat kerawanan, kami juga memasang rambu peringatan dan melakukan pembatasan muatan angkutan agar struktur jembatan tetap aman dilalui selama arus mudik,” ucapnya.
Sisi lain, DBMPR memastikan sebagian besar jalur mudik di ruas jalan provinsi telah dilengkapi dengan penerangan jalan umum (PJU). Meski begitu, masih terdapat beberapa titik yang penerangannya belum optimal.
Untuk sementara waktu, pada ruas yang masih minim pencahayaan, DBMPR menempatkan rambu-rambu peringatan sebagai langkah pengamanan tambahan bagi pengendara yang melintas pada malam hari.
Agung menegaskan, seluruh upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan mobilitas pemudik di Jawa Barat dapat berlangsung lancar selama periode Lebaran.***
Editor : JakaPermana

