INILAHKORAN, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meleihat situasi saat ini dengan angka positif Covid-19 Kota Bogor yang mencapai 1.043 kasus positif perhari.
Dedie memperkirakan puncak pandemi Covid-19 Omnicron akan terjadi diakhir Maret 2022.
Akan tetapi itu bisa dipercepat dengan adanya pembatasan-pembatasan yang ada dan masyarakat yang disiplin mengikuti anjuran pemerintah sehingga dapat mempercepat turunnya angka kasus dan memutus penyebaran omnicron.
"Ya, kalau dilihat situasinya puncak omicron diperkirakan terjadi akhir Maret 2022. Namun semoga dengan pembatasan-pembatasan dan disiplin masyarakat dapat mempercepat turunnya kasus," ungkap Dedie kepada INILAH melalui telepon pada Jum'at (18/2/2022) pagi.
Dedie menyebutkan, angka 1.043 kasus positif tersebut, masih belum diketahui kalster apa yang mendominasi.
"Tetapi kalau dari data sebelumnya, tertinggi masih klaster keluarga," tutur Dedie.
Dedie menambahkan, namun rata-rata klaster keluarga diawali dari anggota keluarga yang bekerja di kantoran, baik didalam atau luar Kota Bogor dan perjalanan luar kota.
"Jadi karena itu masyarakat diminta membatasi mobilitas nya, karena penyebaran omnicron cepat. Karena itu saya juga minta masyarakat Kota Bogor patuhi Protokol Kesehatan (Prokes)," terangnya.
Tetapi diketahui, sebelumnya Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memprediksi badai pandemi Covid-19 varian omnicron akan berakhir dipertengahan bulan Maret 2022 dengan catatan masyarakat mengurangi mobilitas untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 varian omnicron dan vaksinasi genjot terus agar segera dituntaskan. (rizki mauludi)***