Dedie Optimistis Pembangunan RSUD Kota Bogor Berjalan Sesuai Target
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melakukan peninjauan pembangunan Blok I dan IV RSUD Kota Bogor. Hasilnya, dia optimistis pembangunan akan berjalan sesuai rencana meski ada beberapa kendala.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melakukan peninjauan pembangunan Blok I dan IV RSUD Kota Bogor. Hasilnya, dia optimistis pembangunan akan berjalan sesuai rencana meski ada beberapa kendala.
"Setelah meninjau, kami optimistis pembangunan akan selesai pada akhir Desember 2022 mendatang. Pada awal tahun, gedung RSUD Kota Bogor ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan," kata Dedie, Senin 21 Oktober 2022.
Dedie membeberkan, saat ini progres pembangunan konstruksi di Blok I RSUD Kota Bogor telah mencapai 65 persen, capaian persentase pembangunan ini melebihi dari target yang ditentukan.
"Dengan demikian terjadi kelebihan capaian sebesar 7,8 persen. Sementara progres pembangunan pada Blok IV mengalami deviasi negatif sebesar 4,3 persen. Dimana target yang ditentukan pada Minggu ke 18 yang jatuh pada tanggal 25 Oktober hanya tercapai 38,9 persen, yang seharusnya 43,2 persen," ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir mengungkapkan pihaknya akan terus mengawasi secara ketat pengadaan peralatan medis, tidak ada toleransi apabila diketemukan adanya barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati. Seperti lift yang harus bermerk Mitsubishi, AC bermerk Daikin, dan beberapa barang lainnya.
"Pengadaan barang ini yang akan kami awasi secara ketat. Selain itu pada pembangunan Blok I dan IV akan kami awasi secara rutin setiap minggunya. Karena pada 29 Desember nanti harus diresmikan," ungkapnya.
Ilham mengaku, bila managemen RSUD Kota Bogor bersama Wakil Wali Kota akan melakukan rapat bersama dengan pihak kontraktor dan PPK dalam waktu dekat ini.
"Dalam rapat nanti, kami akan mendorong agar pihak kontraktor melakukan percepatan dan menekankan komitmen mereka. Anggaran pembangunan Blok 1 berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2022 sebesar Rp50 miliar. Sementara blok IV berasal dari dana alokasi khusus pemerintah pusat Rp41,6 miliar. Bila bangunan blok I dan IV telah rampung, maka akan ada penambahan ruang rawat inap 100 hingga 200 bed, yang sebelumnya sudah dimiliki 425 bed. Juga akan ada penambahan ICU dan ruangan operasi," pungkasnya.*** (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

