Demi Sekolah Lebih Aman

Belajar seharusnya menjadi kegiatan yang menghadirkan rasa nyaman. Namun, bagi sebagian siswa sekolah dasar di Kota Mataram, ruang kelas juga menyimpan kekhawat

Demi Sekolah Lebih Aman
BANGUN SEKOLAH: Aktivitas siswa di SDN 8 Mataram, Provinsi NTB, Senin (20/7) lalu. Disdik mengusulkan anggaran Rp1 miliar untuk pembangunan 4 sekolah.

INILAH, Mataram - Belajar seharusnya menjadi kegiatan yang menghadirkan rasa nyaman. Namun, bagi sebagian siswa sekolah dasar di Kota Mataram, ruang kelas juga menyimpan kekhawatiran.

Di salah satu sekolah, lantai keramik yang ambles membuat bangunan tak lagi aman digunakan. Di sekolah lain, ruang belajar masih belum mencukupi untuk menampung kebutuhan siswa. 

Bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana sekolah dapat menjadi tempat yang benar-benar layak bagi anak-anak menimba ilmu.

Karena itulah, Dinas Pendidikan Kota Mataram mengusulkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk memperbaiki empat sekolah dasar negeri melalui APBD Perubahan 2026.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafuddin, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) setelah melalui proses penghitungan dan kajian kebutuhan.

"Harapan kami usulan perbaikan bisa direalisasikan melalui APBD Perubahan Tahun 2026, sebab usulan itu sudah melalui penghitungan dan kajian kebutuhan untuk perbaikan empat sekolah," ujarnya, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (21/7).

Empat sekolah yang diusulkan mendapat penanganan adalah SD Negeri 26 Ampenan, SD Negeri 1 Ampenan, dan SD Negeri 48 Ampenan, serta satu sekolah lainnya yang membutuhkan penambahan sarana pendidikan.

Di antara sekolah tersebut, kondisi SD Negeri 48 Ampenan menjadi perhatian utama. Kerusakan bangunan diperkirakan mencapai sekitar 40 persen, dengan lantai keramik yang banyak ambles sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Meski ruangan yang mengalami kerusakan sudah tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar, perbaikan tetap dinilai mendesak agar tidak menimbulkan risiko bagi anak-anak yang beraktivitas di sekitar sekolah.

Sementara itu, tiga sekolah lainnya lebih membutuhkan penambahan fasilitas, termasuk ruang kelas baru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan berharap kebutuhan tersebut tetap menjadi prioritas. Sebab, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru dan kurikulum, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

"Itu demi untuk keamanan dan kenyamanan aktivitas belajar mengajar," kata Syarafuddin. (gin)


Editor : Inilahkoran