Demi Tata Kelola Kelembagaan yang Baik, Badan Bank Tanah Serahkan Pedoman Akutansi ke BPK 

Badan Bank Tanah secara resmi menyerahkan Pedoman Akuntansi Badan Bank Tanah kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Aula Gedung MM Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Rabu 30 Juli 2025.

Demi Tata Kelola Kelembagaan yang Baik, Badan Bank Tanah Serahkan Pedoman Akutansi ke BPK 
Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja mengatakan, penyerahan dokumen Pedoman Akuntansi ke BPK itu sebagai upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. (doni ramdhani)

INILAHKORAN, Bandung - Badan Bank Tanah secara resmi menyerahkan Pedoman Akuntansi Badan Bank Tanah kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Aula Gedung MM Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja mengatakan, penyerahan dokumen Pedoman Akuntansi ke BPK itu sebagai upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Menurutnya, penyerahan Pedoman Akuntansi itu pun merupakan langkah strategis dalam mendukung tata kelola kelembagaan yang profesional dan sesuai standar pelaporan keuangan yang berlaku. Pedoman itu pun diserahkan kepada BPK sebagai bentuk komitmen Badan Bank Tanah dalam memastikan seluruh proses administrasi dan pengelolaan keuangannya dapat diaudit secara akurat dan transparan.

"Pedoman Akuntansi ini akan menjadi rujukan penting bagi Badan Bank Tanah dalam melaksanakan praktik akuntansi yang tertib dan sesuai prinsip good corporate governance. Penyerahan pedoman ini tidak sekadar simbolis, namun merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun kepercayaan publik serta memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara, khususnya tanah negara yang dikelola Badan Bank Tanah,” kata Parman, Rabu 30 Juli 2025.

Dia menuturkan, dalam penyusunanan pedoman akutansi itu Badan Bank Tanah menggandeng tim akademisi Unpad. Harapnnya, dengan jalinan kolaborasi itu menjadi bentuk sinergi dengan institusi akademik demi mendorong pengelolaan keuangan yang transparan, tertib, dan akuntabel.

“Universitas Padjadjaran menjadi mitra strategis kami dalam penyusunan Pedoman Akuntansi ini. Kami percaya bahwa integritas tata kelola keuangan harus dibangun di atas fondasi keilmuan yang kuat. Keterlibatan para akademisi dari Unpad tidak hanya memperkuat akurasi teknis pedoman ini, tetapi juga memberikan perspektif objektif dan mendalam yang memperkaya substansinya,” paparnya.

Selain itu, Parman berharap sinergitas antara Badan Bank Tanah dan BPK akan semakin erat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Anggota III BPK Akhsanul Khaq menuturkan dalam pengawasan yang dilakukan untuk Badan Bank Tanah agar mendorong efisiensi program dan penyediaan lahan pangan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. 

Dia menegaskan, BPK ingin memastikan agar manajemen Badan Bank Tanah lebih baik sehingga pengelolaan tanah di Indonesia menjadi lebih baik.

"Salah satu rekomendasi adalah penyusunan kebijakan akutansi. Sebab, masalah tanah ini banyak misal mengenai catatan tanah ini seperti apa, aset tetap, atau apa. Jadi, kami simpel dalam pemeriksaan ini kondisinya seperti apa dan kriterianya seperti apa," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani