Demokrat-PAN ke Petahana, Pengamat: Tak Etis!
Pengamat politik Arbi Sanit menilai, tak etis apabila Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) nantinya berbalik arah mendukung petahana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta- Pengamat politik Arbi Sanit menilai, tak etis apabila Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) nantinya berbalik arah mendukung petahana.
Seperti diketahui, sinyal kedua parpol tersebut merapat ke petahana menguat menyusul hasil Pilpres 2019. Pasalnya, sejak awal kedua partai tersebut telah getol mendukung capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Enggak etis, itu melanggar etika. Kan dia sudah termasuk kelompok oposisi, nomor 02, lah tiba-tiba keluar dan masuk ke nomor 01," kata Arbi, Sabtu (8/6/2019).
Menurut Arbi, semestinya Demokrat dan PAN harus tetap solid dalam koalisi pendukung Prabowo-Sandi lantaran itu merupakan pilihan politik yang telah ditentukan sebelumnya.
"Itu etikanya karena dia sudah pilih. Memilih 2019 itu berarti selama 5 tahun yang akan datang posisi politiknya disana, dia gak bisa main kutu loncat
Main kutu loncat itu adalah kebiasaan Golkar orde baru karena mau cari selamat. Sekarang mau cari selamat apa? Kan semua bebas. Kecuali nafsu berkuasa mengalahkan etika, rasa malu, mengalahkan kepribadian, mengalahkan kehormatan, kalau begitu bisa saja jadi kutu loncat kapanpun," pungkasnya. (inilah.com)
Editor : Bsafaat

