Deteksi Dini Lewat CCTV, Begini Langkah yang Disiarkan Dishub KBB saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2023

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2023 bakal terjadi pada 19-20 April 2023.

Deteksi Dini Lewat CCTV, Begini Langkah yang Disiarkan Dishub KBB saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2023
"Selain itu, pihaknya memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2023 bakal terjadi di tanggal tersebut, mengingat Idul Fitri jatuh antara tanggal 21 atau 22  April 2023," kata Kepala Dishub KBB Fauzan Azima saat ditemui di ruangannya, Jumat 14 April 2023. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2023 bakal terjadi pada 19-20 April 2023.

Prediksi puncak arus mudik Lebaran 2023 tersebut kemungkinan terjadi mengingat pada tanggal tersebut masyarakat sudah mulai cuti bersama. Bahkan, anak-anak sekolah sudah memasuki masa libur.

"Selain itu, pihaknya memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2023 bakal terjadi di tanggal tersebut, mengingat Idul Fitri jatuh antara tanggal 21 atau 22  April 2023," kata Kepala Dishub KBB Fauzan Azima saat ditemui di ruangannya, Jumat 14 April 2023.

Menyikapi momen arus mudik tersebut, jelas Fauzan, pihaknya bakal melakukan monitoring ke sejumlah ruas jalan yang bakal dilewati para pemudik. Termasuk, di kawasan Jalan BBS di wilayah Cihampelas KBB.

"Monitoring sendiri bakal dilakukan melalui CCTV yang ada di 49 persimpangan jalan di wilayah Bandung Barat," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, kalau ada kemacetan di sejumlah ruas jalan pihaknya bakal mengirimkan tim urai untuk menyelesaikan persoalan kemacetan yang terjadi.

"Pada prinsipnya, di mana ada titik rawan kemacetan dan perlu pengamanan dengan data awal menggunakan monitoring CCTV itu kita lakukan penanganan," ujarnya.

"Keberadaan CCTV ini merupakan langkah deteksi dini agar lebih efektif dalam mengelola lalu lintas," sambungnya.

Selanjutnya, dari sisi keamanan pihaknya bakal memaksimalkan penerangan di sepanjang jalur mudik. Termasuk, bakal menerjunkan personelnya baik saat H-7 hingga H+7 lebaran.

"Anggota kita akan stand by dan di sebar di berbagai titik jalur utama mudik dan arus balik," ujarnya.

Sebab, kata dia, pihaknya harus memperhatikan jalur yang memang rawan terutama pada malam hari dan perlu perbaikan penerangan.

"Kalau membutuhkan perbaikan penerangan tinggal disampaikan saja ke Dinas Perhubungan. Mudah-mudahan bisa kita tangani,"  katanya.

Kendati demikian, sambung dia,  kalau daerah yang minim penerangan sebenarnya tidak berada di jalur utama mudik.

Sedangkan, kalau untuk jalur utama mudik semua sudah terfasilitasi lantaran jalur yang dilintasi pemudik statusnya jalan nasional.

"Jalur alternatif pun sama kita lakukan monitoring dan kalau kurang penerangan kita maksimalkan," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani