Dewan Ingatkan Pemkot Soal APBD Yang Pro Rakyat 

Pergerakan di sektor perekonomian tidak menjadi prioritas utama. Dampaknya, kenaikan angka kemiskinan akan terjadi akibat kebijakan yang salah dan tidak tepat sasaran. 

Dewan Ingatkan Pemkot Soal APBD Yang Pro Rakyat 
Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya

INILAHKORAN, Bogor - Anggota DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya melontarkan kritik tajam atas kinerja Pemkot Bogor dimana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dihabiskan pada penataan di pusat kota, sehingga Atty akan berjuang mengawal APBD 2023 yang pro rakyat. 

Ia mengungkapkan, pergerakan di sektor perekonomian tidak menjadi prioritas utama. Dampaknya, kenaikan angka kemiskinan akan terjadi akibat kebijakan yang salah dan tidak tepat sasaran. 

"Lokasi para pelaku usaha disulap dan dipindah dengan dalih penataan pedestrian, taman kota, tanpa disiapkan relokasi untuk para pelaku usaha yang terkena dampak eksekusi," ungkap Atty kepada wartawan pada Minggu 25 Juni 2023 pagi.

Atty menerangkan, untuk mempertahankan pelaku usaha agar tetap eksis, perlu persiapan dan pertimbangan yang matang. 

"Saya setuju dan mendukung penataan wajah kota, namun perlu dipikirkan dan dipertimbangkan juga atas sumber penghasilan masyarakat sebagai penunjang hidup atas kebutuhan sehari-hari," tegas Atty yang juga Wakil ketua komisi IV itu.

"Sebab sumber yang saya dapatkan hari itu demi isi perut dan kewajibannya untuk keluarga," tambah Atty. 

Atty memaparkan, kebijakan yang asal-asalan tanpa perencanaan yang terukur akan menghasilkan kerugian, dan APBD yang tidak bisa dirasakan manfaatnya bagi keberlangsungan hidup masyarakat Kota Bogor

"Ini menjadi perhatian kita semua bagaimana uang rakyat bisa kembali pada rakyat dengan tidak melahirkan masyarakat miskin baru (misbar)," papar Atty.

Menurutnya, jika kata sejahtera semakin menjauh dari masyarakat, maka dirinya akan berjuang mengawal APBD yang pro rakyat. 

"Saya akan terdepan berjuang mengawal anggaran yang pro rakyat tanpa kata menyerah sebagai penyambung lidah rakyat," pungkasnya.  (Rizki Mauludi)


Editor : Ahmad Sayuti