Kembali Nyaleg di Pileg 2024, Atty Somaddikarya Janji Tuntaskan PR Kesejahteraan Rakyat Kota Bogor

Atty Somaddikarya kembali maju ketiga kalinya dalam Pileg 2024 di Kota Bogor. Dia berjanji akan menuntaskan pekerjaan rumah (PR) untuk memberikan kesejahteraan masyarakat. 

Kembali Nyaleg di Pileg 2024, Atty Somaddikarya Janji Tuntaskan PR Kesejahteraan Rakyat Kota Bogor
Guna mendongkrak suaranya pada Pileg 2024 itu Atty Somaddikarya bakal mengawal aset pemerintahan Kota Bogor yakni Gedung Wanita. Hingga kini, aset tersebut belum tampak progres yang signifikan. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Atty Somaddikarya kembali maju ketiga kalinya dalam Pileg 2024 di Kota Bogor. Dia berjanji akan menuntaskan pekerjaan rumah (PR) untuk memberikan kesejahteraan masyarakat. 

Guna mendongkrak suaranya pada Pileg 2024 itu Atty Somaddikarya bakal mengawal aset pemerintahan Kota Bogor yakni Gedung Wanita. Hingga kini, aset tersebut belum tampak progres yang signifikan. 

"Saya akan kejar soal aset itu, saat saya duduk di Komisi I DPRD Kota Bogor diantaranya sudah mengeluarkan rekomendasi sebagai hak konstitusi agar tidak lagi disewakan ke salah satu yayasan," ungkap Atty Somaddikarya, Senin 29 Mei 2023. 

Atty melanjutkan, alasannya sangat jelas, yayasan yang mengelola gedung wanita lalai dalam membayar kewajibannya yang hanya Rp500 ribu per bulan selama puluhan tahun. 

"Jelas ini menjadi kerugian bagi Pemkot Bogor, dengan status yang tidak jelas secara terang benderang," tambahnya.

Dia membeberkan, sebagai wakil rakyat memiliki tugas pokok dan fungsi yang juga harus mengawal APBD sebab berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2018 Tentang Kecamatan tercantum pada pasal 30 ayat 7 yang mengharuskan diberikan paling sedikit 5% dari APBD setelah di kurangi Dana Alokasi Umum (DAU).

"Alokasi tersebut untuk membangun wilayah pinggiran. Selain itu dengan adanya mobil ambulams di 68 kelurahan jelas menciptakan lapangan pekerjaan untuk menekan angka pengangguran," tegasnya. 

Dia juga memaparkan, tengah memperjuangkan biaya operasional (BOP) untuk ketua LPM, RT dan RW, kader posyandu serta guru mengaji untuk mencapai target yang lebih manusiawi. 

"BOP pengurus wilayah dan kader posyandu serta guru ngaji juga tengah diperjuangan untuk lebih meningkat dari sebelumnya," pungkasnya.*** (rizki mauludi)


Editor : Doni Ramdhani