Di Jabar, Maskara Mampu Layani Warga Hingga Pelosok

Maskara kita kenal sebagai kosmetik untuk menyepuh mata agar tampak lebih cantik. Namun ada pula Maskara yang memiliki fungsi lain, yaitu untuk melayani kebutuhan warga desa dari mulai kesehatan hingga hiburan. Kok bisa? 

Di Jabar, Maskara Mampu Layani Warga Hingga Pelosok
Maskara kita kenal sebagai kosmetik untuk menyepuh mata agar tampak lebih cantik. Namun ada pula Maskara yang memiliki fungsi lain, yaitu untuk melayani kebutuhan warga desa dari mulai kesehatan hingga hiburan. Kok bisa? 

INILAH, Bandung-Maskara kita kenal sebagai kosmetik untuk menyepuh mata agar tampak lebih cantik. Namun ada pula Maskara yang memiliki fungsi lain, yaitu untuk melayani kebutuhan warga desa dari mulai kesehatan hingga hiburan. Kok bisa? 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bakal menghadirkan Mobil yang dinamai Mobil Aspirasi Kampung Juara atau Maskara. Kendaran serbaguna ini akan disebar pada sejumlah desa di kota kabupaten Jabar. 

Kepala DPMD Jabar, Dedi Supandi mengatakan, pihaknya akan meluncurkan Maskara pada Rabu 15 Maret di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung. Untuk tahun 2019 ini akan ada 120 unit yang akan beroperasi. Pihaknya akan melihat sejauh mana Maskara dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Nanti akan ada pilot project untuk desa juara 2018," ujar Dedi, belum lama ini. 

Menurut dia, Maskara dapat memiliki banyak fungsi meliputi angkutan barang atau niaga, jenazah, dapat dibentuk sebagai panggung pesta, menunjang layar tancap desa, dan sebagainya.

"Bisa juga jadi poliklinik desa, akan disediakan beberapa obat-obatan," jelasnya.

Lebih lanjut, bertepatan dengan peluncuran Maskara pihanya pun akan meluncurkan 2.567 orang untuk menjadi CEO Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) di Sabuga, Rabu (15/5) ini. Kehadiran mereka diharapkan dapat mengembangkan skala usaha hingga berdampak pada ekonomi desa secara berkelanjutan.

Program CEO BUMDes Juara ini merupakan bagian dari One Village One Company (OVOC). Di mana akan menyasar secara khusus pada desa-desa yang sudah memiliki BUMDes.

"Jadi memang sasarannya tahun ini yaitu desa-desa yang memiliki BUMDes," kata Dedi .

Dedi sampaikan, saat ini sebanyak 63,3 persen BUMDes yang ada di Jabar bergerak di bidang perdagangan-jasa. sedangkan pertanian 12,9 persen, dan wisata 2,3 persen. Untuk mendorong potensi tentunya harus ada pendampingan.

"Mengembangkan sesuai dengan potensi desa memang butuh waktu. Makanya kita kolaborasi dengan Kemendes. Ada orang lokal desa yang ditarik. Pendamping lokal merangkap CEO BUMDes," jelas dia.

Sedangkan tugas yang harus dijalankan CEO BUMDes, di anteranya sebagai mentoring, fasilitasi, akses permodalan, hingga bimbingan teknis. 

"Intinya bagaimana memanage BUMDes agar populer. CEO harus jadi konspetor perubahan manajemen BUMDes," ujar Dedi. (Rianto Nurdiansyah) 


Editor : JakaPermana