Diduga Aniaya Anak Kandung Ustad Evie Effendi Dilaporkan ke Polisi

Polisi membenarkan adanya laporan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan seorang penceramah kondang yakni EE ( Evie Effendie ) terhadap anak kandungnya berinisial NAT (19).

Diduga Aniaya Anak Kandung Ustad Evie Effendi Dilaporkan ke Polisi

INILAHKORAN, Bandung - Polisi membenarkan adanya laporan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan seorang penceramah kondang yakni EE ( Evie Effendie ) terhadap anak kandungnya berinisial NAT (19).

Adapun penceramah Evie Effendi tersebut, dilaporkan oleh anaknya sendiri berinisial NAT (19) dengan nomor:LP/B/985/VII/2025/SPKT/POLRESTABES BANDUNG/POLDA JAWA BARAT.

“Benar (adanya laporan Evie Effendie),” ungkap Kasat Reskrim Polretabes Bandung AKBP Abdul Rachman, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu  27 Agustus 2025

Rachman mengatakan saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi atas laporan tersebut. Polisi pun masih akan menambah saksi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Yang sudah mintau ketarangan sudah tiga orang dan yang akan dimintai keterangan lagi,” katanya

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuka agama asal Bandung berinisial EE dilaporkan ke Polrestabes Bandung atas dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak perempuannya, NAT (19).

Kuasa hukum NAT, Zaideni Herdiyasin yang didampingi Rio Damas Putra dan Alby Satriaji, menyampaikan bahwa kliennya telah resmi melaporkan kasus ini ke Unit PPA Polrestabes Bandung dengan terlapor ustaz EE.

“Kejadian ini berlangsung pada 4 Juli 2025. Saat itu, NAT bermaksud menemui ayahnya untuk meminta biaya kuliah serta nafkah bulanan. Namun, bukan uang yang diberikan, justru ayahnya menyampaikan perkataan yang menyudutkan ibu korban dan keluarga besarnya,” ujar Herdi di Jalan Pratisata Barat IV, Antapani, Selasa (26/8/2025).

Merasa tersinggung dengan ucapan tersebut, NAT disebut tidak dapat menahan emosi hingga menumpahkan sop yang sedang ia makan.

Saat hendak meninggalkan rumah EE, korban diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari istri EE berinisial DS, yang menarik jaket korban serta meludahinya.

Tak hanya itu, EE juga diduga melakukan tindakan serupa dengan meludahi anaknya dan memukulnya.

“Selain EE dan istrinya (ibu tiri korban), nenek dan bibi korban juga terlibat. Bahkan paman korban sempat memukul helm korban hingga bagian depannya hancur,” tambah Herdi.

Menurut Herdi, korban hingga kini masih mengalami trauma. Selain itu, ponsel milik NAT yang diduga dirampas saat kejadian belum dikembalikan.

“Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pihak terlapor untuk menanyakan kondisi anaknya atau meminta maaf. Sebaliknya, mereka justru melaporkan ibu korban ke Mapolda Jabar atas dugaan pencemaran nama baik, lantaran sempat memposting tindakan mantan suaminya itu,” pungkas Herdi.


Editor : Ahmad Sayuti